oleh

Polsek KPYS Ambon Serahkan Tersangka Penyelundup 24 Liter Merkuri ke Jaksa

Kabartoday, Ambon – La Duru Ode Idu alias Ode (26) warga Jikotamo Kecamatan Laiwui Kabupaten Halmahera Selatan, tersangka kasus illegal meaning yang diduga hendak menyelundupkan cairan merkuri sebanyak 24 liter di serahkan ke jaksa.

Tersangka yang ditangkap personil Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon beberapa waktu lalu diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Rabu (29/05) sekitar pukul 10.00 WIT setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy,SIK mengungkapkan tersangka penyelundup cairan terlarang ini diantar Kanit Reskrim Polsek KPYS Bripka Haris Manuputty ke Kejari Ambon

BACA JUGA:  Busrial Aleks: Militansi Relawan Prabowo-Sandi Pasang 200 Spanduk

 

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, AKP Florensius Teddy,SH,SIK

“Iya, memang benar kemarin (Rabu-red) tersangka ini sudah kita serahkan ke Jaksa alias tahap II setelah ada pemberitahuan dari Jaksa penuntut bahwa berkas perkaranya sudah lengkap (P-21). Kanit Reskrim yang antar kemarin,” ungkap Teddy di ruang kerjanya Kamis (30/05).

Saat proses tahap II, tersangka diterima Henrik Sikteubun selaku Jaksa Penuntut Umum Kejari Ambon yang disaksikan Ester Tanasale, staf seksi pidana umum dan Bripka Restu Purba, anggota Reskrim Polsek KPYS.

BACA JUGA:  Personil BPBD Eksekusi Patahan Pohon Cemara Laut Yang Menimpa 2 Sepeda Motor

Tersangka saat ditangkap memiliki barang bukti cairan berwarna perak yang diduga merkuri sebanyak 24 liter. Cairan ini dikemas dalam dalam tiga wadah yaitu satu jerigen kemasan satu liter yang berisi cairan merkuri seberat 14 kg, satu botol aqua kemasan 625 ml yang berisi cairan diduga merkuri seberat 8 kg dan satu botol plastik bening berisi cairan warna perak yang diduga merkuri seberat 2 kg.

BACA JUGA:  Satpol PP Gerebek Toko Kosmetik Yang Diduga Jual Barang Terlarang

Tersangka dijerat dengan pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman pidana penjara 10 tahun serta denda Rp. 1 miliar. (MAL)

Komentar