oleh

Polsek Pondok Gede Gelar Pengamanan Malam Takbiran

Kabartoday, Bekasi – Sinergitas 3 pilar dalam memberikan rasa aman untuk masyarakat yang melaksanakan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri, maka jajaran Polsek Pondok Gede bersama Koramil 02/PG dan tiga Kecamatan yang ada di wilayah hukum Polsek Pondok Gede (Pondok Gede, Pondok Melati, Jati Sampurna) menggelar pengamanan (PAM) malam takbiran di Mapolsek Pondok Gede, Rabu (5/6/19) dinj hari.

Seain jajaran anggota Polsek Pondok Gede,Camat Pondok Gede Karya Sukarya, Camat Jati Sampurna Wahyudin, Camat Pondok Melati Dra. Ika Indah Yarti, M.Si, para Lurah, Mitra Polri seperti Pamwil Polres Bekasi Kota, Pokdarkamtibmas, anggota Pramuka dan Dishub.

Dalam giat ini dipimpin langsung Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari, SH.

Ia menekankan adanya sinergi dalam menciptakan suasana kondusif dan perlunya saling berbagi informasi terkait situasi keamananan wilayah, juga mengingatkan kewaspadaan semua pihak dalam deteksi dini terkait masih berkeliarannya para teroris.

Guna mewujudkan rasa aman, Polsek Pondok Gede selama bulan Ramadhan telah melakukan berbagai kegiatan untuk melakukan pembinaan Kamtibmas. Dalam hal ini memberdayakan potensi masyarakat,utamanya kegiatan yang berbau penyakit masyarakat dan gangguan keamanan.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kota Gunungsitoli : Hentikan Konversi Mitan Di Pulau Nias

“Pertama kita awali dengan mengadakan pemeriksaan tempat hiburan dan memastikannya untuk stop. Kemudian penjualan minuman keras (miras), jual petasan dan lain sebagainya, itu sudah kita lakukan operasi, meskipun disini tidak terlalu banyak. Jadi saat itu saja sudah kita lakukan di satu tempat yang kemarin kita dapati warung miras dan sudah kita amankan, ”kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari,SH kepada wartawan.

Masih sambungnya, sepanjang Ramadhan tindakan kriminal yang paling menonjol di wilayah hukumnya didominasi dengan kasus pencurian kendaraan bermotor dan rumah kosong.

Curanmor menjadi kasus yang cukup tinggi dan umumnya terjadi di teras rumah saat semua orang sibuk sahur dan tertidur.

“Kalau yang lain nggak. Kebetulan tiga kecamatan ini kita kelola, setiap kecamatan itu dibuat pos pengendalian. Jadi di sana tergabung TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Pamwil, Pokdar, keliling saling sinergi 3 pilar per kecamatan. Dengan sama-sama kita patroli mencegah, alhamdulillah itu bisa menahan gangguan kamtimbas, ”jelas Kapolsek Pondok Gede.

BACA JUGA:  Antisipasi Pemilu Lancar, PLN Siapkan Genset di KPU Singkawang

Sementara untuk pengamanan malam takbiran, Kapolsek Pondok Gede menekankan kepada para petugas untuk hadir di jalan terlebih dulu (di lapangan-red). Selanjutnya memberikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas.

“Kalau untuk yang takbiran tidak tertib nanti kita tertibkan, agar jangan sampai terjadi kecelakaan lalu lintas, ”katanya.

Adapun terkait isu adanya gerakan radikalisme – terorisme serta potensi terjadinya aksi teroris jelang hari raya Idul Fitri, Kapolsek mengatakan, dengan kejadian yang sudah ada baru-baru ini membuka mata kita agar lebih berhati-hati lagi.

“Ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Untuk itu kita perlu kewaspadaan, baik itu yang di kantor penjagaannya dan Pos PAM, sesuai SOP (Standard Operating Procedure) yang diperintahkan, seperti harus bersenjata, pakai rompi anti peluru dan helm. Nah, itu untuk pencegahannya,”ujar Suwari.

BACA JUGA:  Jelang Pemilu 2019, Pemalang Gelar Apel Pengamanan

Lebih lanjut Suwari juga mengimbau kepada masyarakat, jika ada orang-orang yang bisa disebut sebagai pendatang baru dan gerakannya mencurigakan agar memberikan informasi kepada pemerintah setempat, seperti RT yang lebih mengenal warganya.

“Nanti dari situ mereka bisa hubungi kita untuk melakukan pendalaman, ”Pungkasnya.

Sementara terkait kejahatan rumsong atau rumah kosong, kepada para pemudik yang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong Suwari menyampaikan bahwa sampai H+10 pihaknya tetap siaga untuk melakukan pengamanan di wilayahnya.

“Jadi kita dari kemarin untuk mencegah ini sudah kerjasama dengan pemerintah daerah agar para pemudik melaporkan. Kalau perumahan ya ke pihak security, yang nggak ke Pak RT-nya. Intinya memudahkan mereka komunikasi untuk mengetahui bahwa rumah ini sebenarnya ditinggal mudik, tapi jika situasinya kosong, ada pintu terbuka, artinya ada apa-apa,”ulas Suwari.

Untuk itu pihak Polsek Pondok Gede jauh sebelumnya sudah mengadakan patroli dengan membuat ring di setia pos pengendalian wilayah, dan petugas menyentuh kesana.(Tom)

Komentar