oleh

Ketua Presidium IPW : TNI-Polri Harus Hindari Potensi Benturan di New PSBB

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane

KabarToday, JAKARTA – Munculnya polemik terhadap keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan adalah hal wajar. Apalagi secara politik Anies memang berseberangan dengan Presiden Jokowi, sehingga sangat wajar jika ada pihak-pihak yang hendak mengadu domba untuk membuat kekacauan ditengah makin merebaknya wabah pandemi Covid-19 ini.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, tujuan pihak-pihak yang hendak mengadu domba ini sangat jelas, yakni hendak menggulingkan pemerintahan Jokowi. Apalagi perekonomian nasional memang lagi memburuk dan lapangan pekerjaan makin sulit karena PHK kian meluas di tengah pandemi Covid 19 yang tidak berkesudahan. Artinya, ancaman gangguan sosial menganga didepan mata, ditengah kebingungan pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Elektabilitas Jokowi Darurat, Moeldoko Bilang Perang Total, Jokowi Teriak Saya Lawan

“TNI Polri yang berada di garda terdepan dalam melakukan operasi yustisi PSBB tahap kedua di Jakarta agar senantiasa bersikap arif. Karena tujuan operasi yustisi ini adalah agar masyarakat disiplin dan penyebaran wabah Covid-19 bisa dicegah. Tapi TNI Polri dilapangan perlu cermat melihat perkembangan psykologis masyarakat yang sudah berbulan-bulan terlilit situasi pandemi Covid 19,” papar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, sebagaimana siaran pers-nya yang dia kirim ke media ini, Senin (14/8/20).

Memang, lanjut Neta, dalam mengamankan PSBB aparatur TNI Polri harus bersikap tegas. Tetapi harus dalam koridor kebangsaan, agar tidak muncul benturan dengan masyarakat. Dimana masyarakat saat ini dalam kondisi tensi tinggi akibat berbagai kesulitan yang melilitnya.

BACA JUGA:  LAKI: Copot dan Proses Hukum Stafsus Presiden Andi Taufan Garuda Putra

“Bagaimana pun potensi benturan di new PSBB Jakarta ini harus dihindari agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menginginkan kekacauan untuk menggulingkan Presiden Jokowi. Sebenarnya TNI Polri sudah punya pengalaman dalam mengamankan Jakarta pada PSBB sebelumnya. Sehingga, tentunya tidak ada masalah ketika mulai Senin ini aparat TNI Polri melakukan operasi yustisi ke perkantoran pada new PSBB Anies kali ini,” sambung Neta.

Hanya saja, kata Neta, aparatur TNI Polri tetap perlu mengingat bahwa PSBB kali ini sangat berbeda dengan PSBB sebelumnya. Mengingat saat ini tensi masyarakat dalam tegangan tinggi dan secara psikologis masyarakat lebih nekad karena berbagai kesulitan tanpa henti terus melilitnya.

“Dalam kondisi ini, gesekan sosial lebih mudah terpicu. Sebab itu TNI Polri perlu juga meminta jaminan dari Anies, bahwa distribusi bantuan sosial ke masyarakat harus lancar dan tidak terkendala apapun. Jangan sampai new PSBB ini, dimana semua aktivitas masyarakat dibatasi, tetapi masyarakat kesulitan untuk bertahan hidup karena bansos tidak diatur dan tidak diterima masyarakat. Akhirnya yang terjadi adalah amuk massal,” lontar Neta mengingatkan.

BACA JUGA:  Jokowi Berlalu Hujan Angin Datang Pasca Kampanye Di Makassar

Karena sejatinya, PSBB adalah untuk menjaga kesehatan masyarakat dari penyebaran wabah Covid-19. Jangan sampai akibat new PSBB masyarakat Jakarta kesulitan untuk bertahan hidup. “Sebab sebagian besar warga Jakarta adalah pekerja lepas yang tidak punya pekerjaan tetap dan masalah kehidupan sosial mereka sangat berpotensi menjadi gesekan yang bisa menjadi gangguan Kamtibmas,” pungkas Neta. (red)

Komentar

News Feed