oleh

Presentasi Kredensial Duta Besar Muhammad Hassan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN

Kabartoday, Jakarta, – Hari ini, Selasa (9/3/2021) Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia H.E Muhammad Hassan menyerahkan Surat Akreditasi sebagai “Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk ASEAN” kepada Sekretaris Jenderal ASEAN H.E Mr. Dato Lim Jock Hoi. Karena pandemi Covid-19, upacara pengukuhan dilakukan secara virtual.

Menghargai peran ASEAN dalam menangani masalah ekonomi, keamanan, politik dan sosial di kawasan, Dubes Pakistan Muhammad Hassan menegaskan kembali bahwa Pakistan sangat mementingkan hubungannya dengan ASEAN.

“Kami menjadi mitra dialog sektoral organisasi tersebut sejak 1993, Pakistan bertekad untuk memperluas kerjasamanya dengan ASEAN di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama,” kata Hassan.

Ia juga menjelaskan, sejalan dengan kebijakan “Visi Asia Timur”, Pakistan berkeinginan untuk memperluas kerja samanya dengan ASEAN, dan dalam hal ini telah meminta status “Full Dialogue Partner” dengan organisasi tersebut.

Dia berharap permintaan Pakistan akan dipertimbangkan dengan baik setelah moratorium anggota baru dicabut. Di bidang ekonomi, Hassan mencatat bahwa perdagangan Pakistan-ASEAN selama tahun 2020 sebesar US $ 5,8 Miliar, jauh di bawah potensi yang ada.

Dia menggarisbawahi perlunya kedua belah pihak untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan mereka. “Dalam kaitan ini, Pakistan memiliki posisi unik sebagai penghubung antara ASEAN dengan kawasan lain,” ujarnya.

Ia mengajak ASEAN untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari posisi ini, terutama dengan bergabung dalam proyek-proyek pembangunan di bawah Koridor Ekonomi China-Pakistan. Berkaitan dengan hal tersebut, ia menyampaikan dukungan penuh Pakistan untuk setiap inisiatif tersebut.

Sekretaris Jenderal ASEAN, H.E Mr. Dato Lim Jock Hoi dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada Dubes Pakistan Muhammad Hassan atas penyerahan surat kepercayaan tersebut. “Kami menyambut baik komitmen Pakistan untuk memperkuat ASEAN sebagai Mitra Dialog Sektoral tertua, dan berharap hubungan tersebut semakin diperkuat di tahun-tahun mendatang,” kata Dato Lim Jock Hoi.

Ia mendesak kedua belah pihak untuk bekerja sama, mengidentifikasi lebih banyak proyek kerja sama dan memanfaatkan keunggulan komparatif satu sama lain, terutama sejalan dengan Master Plan for Connectivity (MPAC-2025) ASEAN, dan inisiatif CPEC Pakistan.

Menghargai Pakistan karena telah menyelenggarakan tiga kursus diplomatik bagi para diplomat ASEAN dalam waktu dekat, Sekretaris Jenderal berharap bahwa lebih banyak proyek kerja sama akan dilaksanakan dengan menggunakan Dana Kerja Sama Pakistan-ASEAN. “Kami sangatbmengapresiasi partisipasi aktif Pakistan dalam pertemuan ASEAN Regional Forum (ARF),” ujarnya.

Pakistan diberikan status Sectoral Dialogue Partner (SDP) pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-26 pada 23 Juli 1993. Hubungan Dialog Sektoral dilembagakan melalui penyelenggaraan Pertemuan Pertama Komite Kerjasama Sektoral Bersama ASEAN-Pakistan (APJSCC) pada 5 Februari 1999 di Bali. Setelah Pertemuan AP-JSCC Keenam pada 2 November 2017, ASEAN dan Pakistan telah mengadopsi Kerangka Acuan AP-JSCC yang diperbarui dan Kemitraan Dialog Sektoral ASEAN-Pakistan: Area Kerja Sama Praktis untuk 2019-2021, yang berfungsi sebagai panduan praktis untuk lebih memperkuat kerja sama antara kedua belah pihak.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang termasuk Penanggulangan Terorisme, Ekstremisme Kekerasan dan Kejahatan Transnasional, Kerja sama Ekonomi, Pangan dan Pertanian, Sains dan Teknologi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pariwisata, Penanggulangan Bencana, Kebudayaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Konektivitas, Mempersempit Kesenjangan Pembangunan dan inisiatif untuk integrasi ASEAN. (Tws)

BACA JUGA:  Kapolres Gresik Besuk Anggotannya Di RS Intan Medika Blawi Akibat Kecelakaan Lalin

Komentar