oleh

Prof. Emil Salim Kecam Tambang Liar di Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara

-Aktual, Daerah-104 views

Kabartoday, Jakarta, – Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan pemerhati lingkungam Prof. Dr. Emil Salim meminta pemerintah pusat dan daerah menertibkan tambang liar di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, karena bisa meracuni publik. Sungai, tanah dan udara.”Bukankah ini liar, meracuni sungai, tanah dan udara kita” ujarnya di Jakarta, Sabtu, (15/2/2020).

Pemerintah daerah Sulawesi Utara hingga saat ini terkesan membiarkan tambang liar tersebut. Ijin pertambangan saat ini berada di tangan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut penerima penghargaan The Leader for the Living Planet dari World Wide Fund (WWF) lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia lingkungan hidup itu, udara kita akan tercemar dan membahayakan publik, ” Kata tokoh lingkungam hidup yang masih terlihat segar di usia 89 tahun tersebut.

BACA JUGA:  Mengapa Mahasiswa Melempem Bak Kerupuk Alot

Di pihak lain Sekjen Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Nasional (PUSHUKNAS) Mohamad Fazly sudah dihubungi pihak Direktorat Jendral Minerba (Ditjen Minerba,red) Kementrian ESDM soal kelengkapan data tambang Ratatotok, Minahasa Tenggara yang dilaporkannya bersama Ketua GEMMA MITRA, Vidi Ngantung minggu yang lalu.

“Saya sudah dihubungi pihak Ditjen Minerba soal disposisi Menteri ESDM kepada pihak mereka mengenai tambahan data, insya Allah hari Senin saya antar langsung ke kantor Ditjen Minerba, ” jelasnya.

BACA JUGA:  APKASI Otonomi Expo 2019 di JICC, Kampar Akan Tampilkan Ciri Khasnya

Saat di hubungi via telpon seluler Vidi Ngantung sangat mendukung dan antusias dengan pendapat Prof Emil Salim tersebut.

“Semoga pemerintah mendengar masukan dan anjuran dari tokoh lingkungan hidup yang sudah berpengalaman puluhan tahun tersebut” pungkasnya.

Dia juga meminta agar aparat yang menjaga dan membekingi tambang tersebut untuk sadar diri dan kembali memihak rakyat yang menjadi korban pencemaran dari dampak tambang liar tersebut.

BACA JUGA:  Gubernur Kalbar Apresiasi Penenggelaman 13 Kapal Nelayan Asing

“Mohon pihak pemerintah dan aparat keamanan segera menutup tambang liar tersebut, karena sudah menggunakan alat berat dan melibatkan TKA yang tidak jelas visa-nya!” Tutup Vidi

Ketika dihubungi media ini kepada salah satu pengusaha tambang di wilayah tersebut tidak di respon untuk konfirmasi. (AK)

Komentar