oleh

PT.PRIMA KENCANA DIDUGA CURANGI KONSUMEN APARTEMEN T PLAZA

-Aktual-709 views

 

Kabartoday, Serah terima unit apartemen T Plaza dari developer ke konsumen belum menemui titik terang. Developer dinilai tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan ataupun memberikan penjelasan terkait rencana penyerahan unit apartemen kepada konsumen. Hal ini dapat terlihat dari tidak dibalasnya Surat Somasi Pertama yang dikirimkan oleh Kuasa Hukum 5 (Lima) konsumen apartemen T Plaza yang ditujukan kepada Direktur Utama PT. Prima Kencana Teguh Susanto. Surat Somasi Pertama bernomor: 114/RWL-Som/IX/2019 tertanggal 10 September 2019 tidak direspons dan ditanggapi sama sekali oleh PT. Prima Kencana selaku developer apartemen T Plaza.

“Kami menduga bahwa tidak dibalasnya Surat Somasi Pertama tersebut menunjukkan bahwa memang PT. Prima Kencana sengaja mengabaikan Surat kami dan kami menganggap PT. Prima Kencana tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan dan menghormati hak-hak klien atas unit apartemen T Plaza yang sudah dibeli dan dibayar lunas,” kata Rinto Wardana, S.H., Kuasa Hukum 5 konsumen apartemen T Plaza tadi pagi di kawasan Sudirman.

BACA JUGA:  Pemprov DKI Kantongi 1Miliar Lebih dari Sangsi Pelanggar Tak Memakai Masker

“Wujud iktikad tidak baik tersebut tertuang dalam P4TB di mana dalam klausula kelalaian, apabila klien lalai melakukan pembayaran seperti terlambat melakukan pembayaran tidak sesuai waktu maka dengan lewatnya waktu saja telah memberikan bukti yang cukup bahwa klien telah melalaikan kewajibannya dan karena itu tanpa memerlukan surat teguran, klien dikenakan denda 1‰(satu per mil) dengan maksimum 7(tujuh) hari kalender keterlambatan. Dan yang lebih mengerikannya, jika klien tidak melakukan pembayaran 2 atau 3 kali berturut-turut, maka perjanjian P4TB menjadi batal demi hukum dan jumlah uang yang telah dibayarkan oleh Klien kepada PT. Prima Kencana tidak dapat dikembalikan dan menjadi hak sepenuhnya dari PT. Prima Kencana. Sementara jika PT. Prima Kencana terlambat melaksanakan kewajibannya, PT. Prima Kencana mengatur klausula P4TB sedemikian rupa untuk meringankan dan menguntungkan dirinya sendiri dengan cara Klien memberikan kelonggaran waktu dengan memberikan kesempatan kepada PT. Prima Kencana waktu 180 (seratus delapan puluh) hari untuk memenuhi kewajibannya tanpa denda apapun. Ini benar-benar kecurangan sistematis dan nyata-nyata yang dilakukan oleh PT. Prima Kencana kepada konsumennya. Sungguh tidak manusiawi,” kata Rinto menjelaskan.

BACA JUGA:  Ketua Ormas PEJABAT Apresiasi Jack Lapiand Cabut LP terhadap Anies Baswedan

Karena tidak dibalasnya Surat Somasi pertama, Rinto telah mengirimkan Somasi jedua dengan durasi waktu 3 hari kalender. Adapun dalam Surat Somasi kedua tersebut, Rinto menjelaskan bahwa kliennya tidak punya pilihan lain untuk tidak menandatangani P4TB karena P4TB tersebut baru ditandatangani ketika klien telah melakukan pembayaran bahkan pelunasan. Kliennya terpaksa menandatangani P4TB tanpa diberikan kesempatan mengkritisi klausula P4TB yang sangat memberatkan dan merugikan kliennya. Atas kondisi tersebut Rinto meminta kepada developer untuk segera menjadwalkan kembali waktu penyerahan unit dengan kompensasi kerugian atas terlambatnya penyerahan unit apartemen yang dibeli kliennya dengan sejumlah denda sebagaimana diatur dalam P4TB. Apabila PT. Prima Kencana tidak mampu memenuhi penyerahan unit yang telah dibeli oleh Kliennya maka PT. Prima Kencana wajib segera mengembalikan seluruh dana pembelian unit kepada klien tanpa potongan apapun selambat-lambatnya tanggal 30 September 2019.(Bbg)

BACA JUGA:  Diancam Lewat Sosmed, Lasmi Korban Mafia Sepakbola Minta Perlindungan LPSK

Komentar