oleh

Publik Bicara Soal Website KPU Penghitungan Suara Tidak Sesuai C1

Kabartoday, Jakarta – Setelah ramai disiarkan stasiun televisi Nasional hitung cepat (quick count) lepas pencoblosan pada tanggal 17 April 2019, beberapa lembaga survei yang tidak memiliki validasi data memulai penggiringan opininya atas kemenangan paslon capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dengan perolehan suara sementara 55,84% berbanding jauh dengan paslon capres 02 Prabowo-Sandiaga 43,47%.

Meski sebelumnya terjadi keanehan yang menimbulkan lelucon publik atas diunggulkannya Jokowi-Ma’ruf Amin oleh beberapa lembaga survei, disini publik melihat dan menyaksikan adanya pergeseran suara yang awalnya disiarkan lebih unggul Prabowo-Subianto dengan angka 55,43% berbanding Jokowi-Ma’ruf Amin 44,57%.

Sayangnya KPU sebagai lembaga resmi pemerintah tidak menampilkan hasil penghitungannya saat itu dan membiarkan keresahan publik terus terjadi.

BACA JUGA:  Brigjen Ayub Waker Nyatakan Perang Terhadap Militer Indonesia

Ketidakpercayaan publik terhadap lembaga-lembaga survei yang mengangkat unggulnya Jokowi-Ma’ruf di televisi dengan upaya adanya kebohongan publik dan menyulap data, tentunya sangat beralasan kuat. Publik berkeyakinan melalui website resmi KPU lah penghitungan suara akan terjawab kebenarannya.

Awalnya website resmi KPU secara murni memberikan input data C1 dengan hasil sementara Prabowo-Sandiaga unggul dengan angka 55,58%, dan Jokowi-Ma’ruf Amin diangka 44,42%. Angka-angka tersebut berhasil dilihat oleh seorang ahli IT dan disiarkan ke publik melalui live streaming Facebooknya di tanggal 17 April 2017, pukul 22.07 yang sudah di ikuti oleh pembaca lebih dari 156 ribu dan telah dibagikan lebih dari 116.108 kali.

BACA JUGA:  Aksi di Gedung MK Bertebaran Poster Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin

Namun KPU kembali melakukan ketidak validasian data, dan publik menganggap lembaga resmi itu endingnya mengikuti hasil quick count lembaga-lembaga survei bayaran.

Masyarakat akhirnya melakukan krsocek disetiap validasi data yang dimuat KPU untuk di cocokan, itu terbukti ada banyak kejanggalan yang merugikan suara paslon capres 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Website KPU kembali melakukan strategi curangnya. Melalui rekaman video yang diunggah tanggal 19 April 2019, terdapat penghilangan suara untuk Prabowo-Sandiaga dibeberapa TPS dengan bukti KPU tidak memberikan hak suara rakyat untuk prabowo sesuai C1.

BACA JUGA:  Quick Count SOHN Denmark Rilis Prabowo 58,5%, Jokowi 42,3%

Video terkait

Maka, kejadian-kejadian dan strategi curang yang dilakukan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin membuat rakyat semakin cerdas bahwa Jokowi akan dipaksa menang melalui kecurangan dalam pergulatan pilpers Indonesia 2019.(Op)

Komentar