oleh

Putusan MK Besok Kata Emak Seperti Menunggu Putra Pertama Lahir

Kabartoday, Jakarta – Sehari sebelum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, hari ini, Rabu (26/6/2019) ratusan ribu massa dari berbagai elemen gelar aksi damai diseputaran gedung MK.

Massa dari Jakarta maupun luar Jakarta, baik dari Pribumi Bersatu, FPI, IKB-UI, anak tentara, barisan Emak-emak Militan, MJI, GMJ, Anak Santri, PA 212, Medis GPU dan lainnya memenuhi areal mulai dari Patung Kuda hingga batas “Benteng Takhesi” gedung MK.

Pesan-pesan poster yang disampaikan oleh IKB-UI semakin beragam, mulai dari;

BACA JUGA:  Penanganan Kasus Audry, Penegak Hukum Harus Lebih Independent

1). “Kami Menolak Kecurangan yang dilakukan KPU”,

2). “Cutinya Kok Jam-jaman?”,

3). “Apa lu kata Kecurangan Bagian dari DEMOKRASI”,

4). “Jadi Pemimpin Jangan Seperti Pinokio, Udah Cuma Boneka Pembohong Pula“. dan banyak lainnya.

Anggota IKB-UI Peduli Masyarakat Suta Widhya menilai demo hari ini adalah yang terbesar sejak 14 Juni lalu. Ia pun melihat demo tetap tertib meskipun ada 2 mobil Komando lain yang tidak jelas massa yang dibawanya dan misi yang disampaikan.

BACA JUGA:  Keharmonisan Prabowo-Sandiaga Tepis Berita Hoax

“Kami pikir mereka mencoba memecah konsentrasi massa yang tengah menyatakan aspirasi kepada 9 hakim MK untuk memutuskan hasil persidangan PHPU pada Kamis besok, 27 Juni 2019. “Kata Hans.

Mobil Komando dari elemen yang tidak jelas itu sempat dilempar uang kertas pecahan Rp. 10.000 saat melintasi kolam Bunderan di depan Patung Kuda oleh salah seorang anggota IKB-UI. Namun untunglah insiden tersebut tidak meluas, hanya terjadi sindir menyindir antara massa pendemo dengan penumpang mobil bak terbuka atau mobil komando dari elemen yang tidak jelas dari mana asalnya, dan tidak jelas pula orasi apa yang disampaikan.

BACA JUGA:  Spanduk "Pak Jokowi, Selamatkan Kami Masyarakat Tanjungbalai" Dibentangkan Aktivis Saat Kunjungan Capres 01 Berada Di Asahan

“Rasanya seperti menunggu anak pertama lahir kita berdemo di sini. Apakah anak itu lahir sempurna atau cacat, seperti sumbing atau punya jemari tidak normal,” Kata seorang ibu yang mukanya ditutup masker dan berkaca mata hitam. Ia menolak menyebut namanya.(Hsw/Bbg/Anna)

Komentar