oleh

Rawan Korupsi, Dana Desa Jadi Topik Utama Raker BPAN-AI Banyuwangi

KabarToday, BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia (BPAN-AI) Kabupaten Banyuwangi, menggelar agenda rutin Rapat Kerja (Raker) awal tahun 2021. Bertempat di Destinasi Wisata De Djawatan Benculuk, Kecamatan Cluring, Sabtu (6/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, terjadi diskusi pembahasan tentang isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat Banyuwangi, salah satunya adalah dugaan penyelewengan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang rawan dikorupsi. Ada beberapa titik yang menjadi peluang dana tersebut disalahgunakan. Meski dana langsung ditransfer ke rekening desa, namun tidak otomatis menutup peluang korupsi.

Ketua DPC BPAN AI Banyuwangi, Alif Hudi Widayat, menyampaikan, ada beberapa agenda besar dalam raker tersebut. Pertama, evaluasi program kerja dan pelaksanaan fungsi sosial kontrol BPAN AI dalam mencermati, mengawasi kinerja pemerintah desa.

BACA JUGA:  Mayat Perempuan Tergeletak Di Pinggir Jalan Raya Babat

“BPAN-AI sebagai lembaga rakyat Indonesia senantiasa melakukan fungsi sosial kontrol terhadap semua kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam penyelenggaraan serta pengelolaan negara. BPAN-AI bukan hanya mendukung pemerintah yang sah, namun juga senantiasa mencermati, menyikapi dan mengawal semua kebijakan aparatur pemerintah sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku,” ujar Alif HW.

BACA JUGA:  Aksi Koboy Jajang Cs Bacok Seorang Warga

Sedangkan menurut Agus Salim, selaku Kepala Divisi Intelijen & Investigasi BPAN AI, dia nyatakan ada beberapa potensi kepala desa menyalahgunakan anggaran APBDes. Karena ada beberapa sumber APBDes, yakni Dana Desa (DD) dari APBN, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD dan pendapatan asli desa (PADes).

“Kami sedang mempelajari dan menganalisa laporan APBDes se-Kabupaten Banyuwangi yang terurai dalam Sistem Informasi Data dari Kemendes. Segera setelah selesai, kami akan mengkonfirmasi kepada para kepala desa terkait dugaan-dugaan penyimpangan dalam laporan tersebut,” suluk Agus Salim.

BACA JUGA:  Hebat, Banyuwangi Bakal Jadi Pilot Project Daerah Bersih dari Narkoba

Sementara Ketua Dewan Pembina BPAN AI Banyuwangi, Hakim Said, SH menekankan kepada jajaran dewan pengurus agar bekerja sekuat tenaga untuk menjaga dan menyelamatkan aset negara sebagai tugas utama lembaga yang di tingkat DPP dikomandani mantan Danjen Kopassus, H Jhoni Lubis, yang di era orde baru (Orba) dikenal dengan sebutan Jendral Kancil ini.

“Tugas utama kita adalah menjaga aset negara, mengembalikan keberadaan aset pada fungsi semestinya. Tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang justru memanfaatkan keberadaan aset negara untuk kepentingan pribadinya,” tegas Hakim Said. (red) 

Komentar

News Feed