oleh

Razia Sinergitas APH, Temukan Alat Isap Sabu dan Barang Berbahaya Lainnya di Rutan Ambon

-Daerah-168 views

Kabartoday, AMBON – Tim aparat penegak hukum (APH) gabungan menemukan alat isap sabu di dalam rumah tahanan negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Selain alat isap sabu, tim juga menemukan handphone dan sejumlah barang berbahaya lainnya milik warga binaan (WB) yang tidak layak berada dalam Rutan.

Barang-barang tersebut ditemukan saat APH dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Maluku, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Polsek Baguala serta unsur TNI dari Koramil Baguala, bersinergi melakukan razia di Rutan Kelas IIA Ambon, Kamis (8/4/2021).

 

Kegiatan razia ini dilakukan pukul 08.30 WIT hingga pukul 10.00 WIT. Razia dipimpin langsung Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Maluku Andi Nurka didampingi Kepala BNNP Maluku Brigjen Polisi M.Z. Muttaqien.

Sejumlah barang bukti milik WB yang tidak layak berada dalam Rutan berhasil diamankan baik di dalam blok tahanan maupun di sekitar blok. Barang bukti menonjol yang berhasil diamankan antara lain tiga unit HP, beberapa sedotan plastik yang dirakit untuk alat hisap sabu, gunting, batang sendok yang dibuat menjadi pisau, batang sikat gigi yang telah diruncing, pisau cutter, silet, korek api gas serta sejumlah barang bukti lainnya.

BACA JUGA:  Meta  Chamela Duo Singa Dukung Muhtar Setia Wiguna Maju Jadi Kades Karang Sari
Barang bukti sedotan alat hisap sabu ditemukan petugas saat razia di Rutan Kelas IIA Ambon.

Kakanwil Hukum dan HAM Maluku, Andi Nurka sempat kaget dengan sedotan air mineral yang dirakit menjadi alat hisap sabu. Awalnya ia melihat sedotan berbentuk L ini sebagai hal yang biasa.

Namun Andi terkejut saat dijelaskan oleh Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol M.Z. Muttaqien bahwa sedotan itu fungsinya sebagai alat isap sabu-sabu, salah satu jenis narkotika golongan I bukan tanaman.

“Di depan ini, banyak hal-hal yang membahayakan keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Karena ini membahayakan nyawa orang. Ada sendok, ada pisau, ada korek api yang bisa diledakan, ada HP yang bisa berkomunikasi ke luar. Ada juga penghisap sabu. Awalnya saya merasa sedotan ini merupakan hal yang biasa. Tetapi tadi pak Kepala BNN jelaskan kalau itu merupakan alat yang digunakan untuk mengisap sabu,” jelas Andi saat merilis hasil razia sinergitas APH.

BACA JUGA:  Pelantikan DPRD Kabupaten Blitar Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Andin katakan kegiatan razia ini merupakan implementasi dari perintah pimpinan di pusat baik dari kementrian hukum dan HAM maupun BNN, Kepolisian dan TNI, untuk bersama-sama memberantas narkoba.

Langkah razia ini dilakukan Kanwil Kemenkum HAM Maluku untuk pengamanan dan penertiban di Lapas maupun di Rutan di wilayah Maluku.

Kegiatan razia ini juga untuk membuktikan kepada masyarakat umum bahwa Kementrian Hukum dan HAM serius dalam memberantas narkotika.

“Ada dua tindakan yang kita harus lakukan yaitu tindakan preventif dan kuratif. Kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Akan kita lakukan secara intens, dan tidak menentu waktunya. Tetapi kerjasama tetap jalan. Informasi tetap berjalan,” tandas Andi.

Ia tegaskan apabila ada indikasi keterlibatan anak buahnya dalam tindak pidana maupun jaringan narkoba, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila ada indikasi keterlibatan pegawai dalam tindak pidana narkoba, maka mohon maaf saya langsung gorok. Tidak pakai ampun saya. Karena memang saya merah putih untuk hal-hal seperti itu,” tegas Andi.

Sejumlah barang bukti hasil razia tim APH gabungan di Rutan Kelas IIA Ambon, Kamis (8/4/2021).

Terhadap kegiatan razia di Rutan Kelas IIA Ambon ini, Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol M.Z. Muttaqien mengaku bangga dan memberikan apresiasi.

BACA JUGA:  Kapolres Kepulauan Aru Bagi Sembako Untuk Lansia di Desa Tungu Watu

“Saya bangga atas kerjasama yang baik sudah bisa melakukan kegiatan razia, bersih-bersih dilingkungan di Rutan, Lapas dan jajarannya.
Dimana ini juga merupakan perintah dari bapak Menteri Kemenkum HAM untuk kita bersinergitas dalam memberantas peredaran gelap narkoba sesuai dengan instruksi presiden nomor 2 tahun 2020,” ujar Muttaqien.

Terhadap temuan barang bukti hasil razia di dalam Rutan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Maluku untuk ditindaklanjuti secara internal.

“Kita bisa melihat tampilan di sini, ada beberapa alat bukti yang tidak layak ada di dalam (blok tahanan) baik alat komunikasi, maupun alat yang dari logam maupun lainnya,
Ini kita serahkan secara internal kepada bapak Kakanwil, untuk bisa menindaklanjuti. Dan apabila ada terkait dengan unsur-unsur pidana, baik pidana narkotika maupun pidana lainnya, kami siap back up dan kita amankan bumi raja-raja Maluku tercinta,” tegas Muttaqien.

Usai razia, barang bukti temuan ini langsung diamankan petugas internal Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Maluku. Barang bukti ini rencananya akan dimusnahkan saat peringatan hari bakti pemasyarakatan pada 27 April mendatang. (Manuel)

Komentar