oleh

Rekapitulasi Surat Suara di Loteng Ricuh, Suara Pujut Jadi Sebab

Kabartoday, Lombok – Proses Rapat Pleno Rekapitulasi suara di kabupaten Lombok Tengah tidak bisa berjalan lancar. Hingga saat ini masih tersendat. Penyebabnya adalah hasil rekapitulasi suara di kecamatan Pujut yang masih menuai pro dan kontra dipertentangkan oleh para calon legislatif yang berlaga di Dapil 3 Lombok Tengah itu.

Seperti yang terjadi malam ini, Rabu (/8/5/2019), proses rekapitulasi suara-suara tidak bisa dilakukan karena kericuhan. Dimana massa caleg meminta agar KPU menghitung atau mambuka dokumen C1 Pleno. Mereka menilai ada dugaan penggelembungan suara.

Polisi terpaksa membubarkan massa dengan gas air mata dan water canon untuk menghindari adanya gerakan massa yang akan meluber ke eks kantor DPRD Loteng, tempat dilakukan pleno.

BACA JUGA:  Korupsi Massal Oknum UED SP. LSM TOPAN RI Sebut Mereka Berotak Dungu

Akibat bentrokan ini, selain pendukung caleg yang menderita luka-luka, polisi pun ikut terluka.

Warga korban kericuhan

Persoalan itu sebenarnya juga sudah meletup sejak rekapitulasi di Kecamatan yang berlanjut pada rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Sejumlah Caleg protes suara hilang atau berbeda data dengan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Petugas PPK. Sehingga mereka meminta PPK Pujut membuka dokumen C1 Pleno untuk dapat diketahui kebenaran terhadap suara sebenarnya masing masing Caleg yang bersengketa, namun permintaan para caleg tidak dituruti oleh petugas KPK. sempat terjadi ricuh di kantor Camat Pujut saat itu.

BACA JUGA:  Demi Keamanan Rocky Gerung dan Neno Warisman Batal  Hadir di Konser Solidaritas Ahmad Dhani

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lombok Tengah, Abdul Hanan mengungkapkan sejumlah catatan terhadap proses rekapitulasi suara di PPK Pujut ini.

”Ada beberapa hal menjadi catatan yang harus dibuka. Misalnya Rapat Pleno yang tidak dihadiri Panwascam. Adanya pergeseran angka dari C1 ke DAA tanpa konfirmasi. Adanya D2 yang harus terkonfirmasi kebenarannya, ”terang Abdul Hanan.

BACA JUGA:  Panglima TNI Tegaskan Instruksi Jaga Keutuhan NKRI

Sebelumnya Hanan menyatakan Bawaslu sudah membuat rekomendasi agar rekapitulasi surata suara di PPK Pujut ini dihentikan dan dilanjutkan di Kabupaten dengan pertimbangan melihat kondisi keamanan.

Video terkait

”Namun saat itu dari pihak menyatakan bertanggung jawab terhadap keamanan ya dilanjutkan, ”tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengkaji lebih jauh lagi terhadap persoalan yang ada di kecamatan pujut ini.

Dengan kericuhan malam ini, direncanakan proses rekapitulasi suara akan dilanjutkan hari Kamis (9/5/2019) untuk PPK Pujut.(Amre)

Komentar