oleh

Respon Ketua DPR RI Atas Isu-Isu Aktual

-Aktual-184 views

Kabartoday, Jakarta – Terkait putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang dibacakan hari ini, maka Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau seluruh pihak yang bersengketa dan masyarakat untuk tetap tenang, menghormati, dan menerima putusan MK, serta untuk dapat merajut kembali persaudaraan.

“Jaga kondusifitas keamanan, kita yakin masyarakat dapat menahan diri dalam menghadapi situasi dan kondisi yang ada saat ini, terutama di titik-titik yang rawan keramaian, “Himbaunya di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Dikesempatan yang sama, Bamsoet juga menyinggung masih kurang efektifnya tata kelola guru, berdampak pada distribusi guru yang tidak merata, untuk itu Ketua DPR mendorong Kemendikbud bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk melakukan kajian terhadap minat masyarakat dalam dunia pendidikan.

Hal itu dimaksudkannya agar didapat tenaga pendidik dan jumlah sekolah yang seimbang, serta melakukan kajian kemungkinan dilakukannya sentralisasi tata kelola guru di Indonesia guna menyelesaikan masalah distribusi guru yang tidak merata serta memperkuat mutu pendidikan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  M. Ramli Warga Desa Setia Darma Kab. Bekasi Keluhkan Pemangku Desa Yang Bersikap Acuh

Selain itu Bamsoet juga meminta Pemerintah untuk dapat mengkaji implementasi dari UU Pemerintahan Daerah (UUPD) No. 23/2014 terutama terkait dengan masalah pendidikan agar didapat tata kelola guru nasional yang lebih efektif.

“Kemendikbud untuk segera melakukan sistem rotasi guru dengan pendekatan zonasi, sebagai upaya pembenahan kualitas sekolah negeri. “Katanya.

Selain itu, ia juga menekankan agar Kemendikbud untuk segera merevitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LP-TK) dengan cara memberikan sertifikasi guru, uji kompetensi guru, serta berbagai pelatihan guru, guna menghasilkan mutu lulusan yang memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik.

“Tenaga pengajar berkualitas harus dikedepankan. Kemendikbud diarapkan melakukan evaluasi terhadap pelatihan dan sistem rekrutmen tenaga guru, sehingga ke depannya didapatkan tenaga pendidik yang berkualitas. “Ucap Bamsoet.

BACA JUGA:  MK Menolak Seluruh Permohonan Pemohon Tim Hukum Prabowo Sandiaga

Dikatakannya Kemendikbud melalui PGRI mampu meningkatkan kesejahteraan guru, kualitas dan perlindungan guru sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Sslain itu, terkait tuntutan kepada lulusan Perguruan Tinggi (PT) agar lebih adaptif di era revolusi industri 4.0 saat ini, agar dapat bersaing hingga di dunia internasional dan lulusan dapat terserap sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam konteks isu lainnya di bidang Teknologi, Bamsoet menilai perlunya Riset untuk melakukan kajian terhadap kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran.

“Dalam hal ini Kemenristekdikti untuk melakukan upaya-upaya agar seluruh masyarakat dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk menempuh pendidikan tanpa terbatas karena tempat tinggal yang jauh, seperti dengan menerapkan metode pembelajaran secara digital maupun daring. “Paparnya.

Ia juga mendorong Kemenristekdikti untuk meminta kepada pihak PT agar dapat mempersiapkan dosen-dosen yang berkapabilitas dan tanggap terhadap perkembangan teknologi, sehingga dapat menghasilkan mahasiswa/i yang juga tanggap terhadap kemajuan zaman dan teknologi.

BACA JUGA:  Desa Telaga Baru Terapkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan di Sektor Pariwisata

Semisal di Perusahaan, ia juga berharap untuk mengedepankan penerapan beberapa aspek yang terkait teknologi dan inovasi, sehingga teknologi yang dipelajari dapat sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan;

Disektor pertanian, Bamsoet mengatakan tersedianya ribuan hektar lahan di Kabupaten Cirebon, Kuningan, Subang, dan Karawang yang merupakan sentra padi di Jawa Barat dilanda kekeringan hingga terancam gagal panen.

Untuk itu Ketua DPR menyoroti Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk melakukan penelitian dan studi kelayakan terhadap geografis tanah.

“Berikan penyuluhan secara berkala, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada. “ujarnya.

Bamsoet juga menyebut penerapan inovasi teknologi pertanian agar disesuaikan dengan musim yang ada di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau.(Bbg)

Komentar