oleh

Rizka Kecil Penderita Kelainan Tulang Belakang Tak Tersentuh Tangan Pemerintah

Kabartoday, Lampung Timur – Kepekaan sosial bermasyarakat menjadi corong penting guna menjunjung tinggi norma dan adat istiadat bangsa Indonesia. Seperti yang tertuang dalam amanah UUD’45 dan Pancasila.

Namun, siapa yang harus disalahkan ketika kemiskinan dan penderitaan masyarakat Indonesia banyak yang luput dari mata hati Pemerintah. Seperti halnya keluarga pria Lampung Timur ini, sebut saja Lanjar seorang warga Dusun 6 Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang ini.

Lanjar pria yang kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh serabutan ini harus menanggung hidup bersama kedua anak-anaknya yang masih kecil sejak ditinggal pergi oleh sang istri.

BACA JUGA:  Guna Menjaga Kestabilan Harga, TPID Pontianak Gelar Rakor

Ibarat pepatah untuk saat ini lanjar dapat di bilang sudah jatuh masih tertimpa tangga. dalam kondisi yang serba kekurangan dan sangat memprihatinkan, ia harus menelan pil pahit, lantaran sang istri tercinta minggat dari rumah, hingga sampai saat ini belum di ketahui keberadaannya.

Dikabarkan, kepergian istrinya karena tidak kuat menahan kemiskinan, ia pergi meninggalkan sang suami dan anak-anaknya dalam kondisi yang serba sulit. Dengan penuh keluh, Lanjar harus tetap berjuang untuk kelangsungan hidupnya dan merawat putranya yang masih kecil-kecil, bahkan satu putranya ada yang mengidap penyakit tulang belakang dan kelainan daya tangkap berfikir.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Serang Ringkus Pengguna Sabu

“Istri saya pergi dari rumah setelah melahirkan Rizka putra bungsu kami. “Ucap Lanjar saat ditemui media ini di rumah yang sangat sederhana, Selasa (31/12/2019) pagi.

Kepiluan yang dirasakan Lanjar kian menyisahkan keprihatinan mendalam. Betapa tidak, untuk mendapatkan bantuan pemerintah guna merawat si bungsu kandas sudah. Meski dirinya mengakui telah mendaftar sebagai peserta BPJS Mandiri dengan Kelas III, namun untuk membayar iuran BPJS sulit baginya. “Jangankan bayar BPJS, untuk makan saja susah mas. “Keluhnya.

Diusia si bungsu meranjak 20 Bulan, dikatakan Lanjar putranya itu belum juga bisa duduk sendiri, hal itu dikarenakan adanya tulang belakang terlihat menonjol, “kami hanya pasrah, si bungsu sampai sekarang masih tergeletak dan tidak bisa duduk, karena adanya kelainan tulang belakang, dan saya bersama anak-anak ini hanya bisa berdo’a semoga penderitaan hidup yang kami alami segera berakhir. “Ulasnya sambil mengusap airmata yang tak terbendung keluar.

BACA JUGA:  Komunitas Honda Jazz Akrab Dengan Nuansa Familiar

Untuk itu, ia berharap penuh adanya perhatian khusus dari Pemerintahan setempat, maupun pemerintahan pusat agar putranya mendapatkan kelayakan perawatan medis agar dapat hidup normal.[]Yunizar

Komentar