oleh

Ruslan Buton Bongkar Penyebab Terbunuhnya La Gode, dan Pemecatannya Dari TNI Ada Peran TKA Cina

Kabartoday, Jakarta – Kuasa hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta Singarimbun meluruskan kesimpang-siuran pemberitaan yang menuduh kliennya melakukan pembunuhan terhadap La-Gode sehingga muncul pemecatan kliennya dari TNI AD yang terkesan negatif.

Tonin menyayangkan beredarnya pemberitaan dimedia-media online maupun youtube mengenai judul berita yang telah mengkriminalisasi maupun membunuh karakter seorang Ruslan Buton.

Ia menyebut beberapa judul pemberitaan yang dimaksud seperti; (1). Jejak Hitam Ruslan Buton yang Ditangkap karena Desak… (2). Jejak Kelam Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Diduga Terlibat.. (3). Ruslan Buton, dari Kasus La Gode dan Dipecat dari TNI. (4). Pecatan TNI Minta Jokowi Mundur, Ruslan Buton Bentuk… (5). TNI: Ruslan Buton Sudah Dipecat karena Bunuh La Gode. (6). Jejak Ruslan Buton Dipecat Tak Hormat dari TNI. (7). Ditetapkan Jadi Tersangka, Pecatan TNI Ruslan Buton Dijerat Pasal Berlapis. (8). Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi. (9). Detik-Detik Penangkapan Pecatan TNI Ruslan Buton. (10). Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton… (11). Mengenang La Gode yang Dituduh Curi Singkong dan Tewas. (12). Fakta Terbaru, Ruslan Buton Pecatan Kapten TNI AD. (13). Pecatan TNI yang Tuntut Jokowi Mundur. (14). Singkong Parut Seharga Rp 20 Ribu Jadi Pemicu Ruslan.

Maka dalam hal ini Ruslan Buton mengungkapkan kebenaran melalui Kuasa hukumnya bahwa dirinya merasa tidak adanya rasa keadilan yang diterbitkan oleh media-media sebagaimana yang dipublikasikan ke masyarakat.

“Iyaa, itu tentang pemecatan, pembunuhan dan La Gode petani sehingga telah diduga ini adalah kriminalisasi atau pembusukan kepada masyarakat terhadap isi rangkaian kalimat sastra Ruslan Buton. “Ulas Tonin melalui pesan singkatnya kepada kabartoday, Minggu (31/5/2020) malam.

BACA JUGA:  Putusan MK Besok Kata Emak Seperti Menunggu Putra Pertama Lahir

Tonin membantah kliennya bukanlah seorang pembunuhan yang akhirnya dipecat dari TNI dengan tidak terhormat. Tonin juga menyebut pemecatan Ruslan ada peran TKA China.

“Informasi yang ramai soal Ruslan Buton dipecat dari prajurit TNI AD karena tersandung kasus pembunuhan pada 2017 lalu, itu bernuansa politis. “Ucap Tonin.

Tonin membeberkan, pada 2017 lalu, Ruslan Buton diketahui masih menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau. Ruslan kerap bertindak tegas terhadap adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) China masuk ke daerahnya.

“Awalnya itu, pada tahun 2017 Ruslan menangkap 5 orang TKA China yang ada di Maluku Utara, orang China bawa visa turis bekerja di perusahaan pertambangan, kalau soal PT nya gak usah di publish laahh. Waktu itu dia tangkap tuh para TKA Cina, karena Ruslan saat itu masih menjabat komandan di daerah sana. “Beber Tonin.

Sambung Tonin, Ruslan sempat dilobi petugas atau pejabat yang tak etis disebutkan namanya untuk melepaskan TKA Cina yang ditahan. Bahkan saat itu, Ruslan sempat disuap agar bisa melepaskan seluruh TKA tersebut.

“Kalau uang itu tidak ada kaitan dengan ke-5 TKA, maka akan saya terima, tapi kalau uang tersebut untuk melepaskan ke-5 TKA maka akan saya tolak. “kata Tonin menirukan ucapan Ruslan saat itu.

Penolakan inilah yang diduga menjadi penyebab kliennya mulai diincar agar turun dari jabatannya. Empat bulan setelahnya, markas sekaligus asrama TNI yang dipimpin Ruslan diserang oleh seorang pria bernama La Gode. Saat penyerangan itu, La Gode pun terbunuh ketika mencoba menyerang markas TNI AD.

BACA JUGA:  Dari Lukisan Kita Belajar Harmoni Kehidupan

Kaitan adanya kasus tersebut disaat dirinya menjabat Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau, Ruslan terlibat dalam kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017.

“Yang dibunuh ini (La Gode, Red) bukan petani. Yang dibunuh ini preman, sudah dua kali bunuh orang itu La Gode, dia Narapidana itu yang sering keluar masuk penjara. La Gode serang markas, terus kalau serang markas apakah dibiarin? nyerang markas tentara loh. Itu asrama tentara, tapi ada kesatuannya juga. “Ungkap Tonin.

Kasus pembunuhan inilah yang menyeret Ruslan ke mahkamah militer. Bahkan proses jalannya persidangan pun seolah didesain bahwa kliennya harus didepak dari militer.

“Itu jelas didesain, karena Ruslan harus dipecat. Pokoknya Ruslan harus dipecat, kenapa? karena Ruslan yang bikin TKA Cina disana susah masuk. Berarti direkondisikan preman ini untuk mengacak-ngacak Ruslan. “Ujarnya.

La Gode ini disebut-sebut sebagai seorang petani. Pengadilan Militer Ambon memutuskan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan dan pemecatan dari anggota TNI AD kepada Ruslan pada 6 Juni 2018 lalu.

Munculnya penangkapan atas diri Ruslan soal surat terbukanya yang ditujukan kepada Jokowi, ia membeberkan keterangan yang diyakini benar dan disampaikannya kepada Tonin Tachta diruangan Direktur Tindak Pidana Siber pada tanggal 29 Mei 2020, Lt. XV Dittidsiber Bareskrim Polri.

Kasus yang kini menjerat Ruslan Buton dikatakan Tonin terkait surat yang dibuatnya untuk Jokowi. Ruslan juga telah mengakui rekaman suara yang meminta Presiden Jokowi mundur itu adalah benar suaranya sendiri.

BACA JUGA:  Idul Adha 1441 H, Poldasu Serahkan 435 Ekor Hewan Kurban

Ruslan mengakui menulis surat terbuka untuk Jokowi di rumah orangtuanya sambil merawat kondisi kesehatan ayahnya. “Ruslan menulis surat itu di kampung halamannya sambil merawat orangtuanya yang sedang sakit, dia bilang sambil mengisi waktu dan menulis berbahasa seni soal akibat apa-apa yang dirasakannya dalam era Pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo. “Jelas Tonin.

Kini Ruslan Buuton harus menjalani proses hukum baru atas laporan yang masuk ke SPKT Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/0271/V/2020/BARESKRIM tanggal 22 Mei 2020, sehingga Ruslan ditangkap di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Kamis (28/5/2020) kemarin tanpa ada perlawanan.

“Klien kami sudah mengakuinya kok, itu kan bahasa sastra soal keluhan yang dirasakannya selama ini, mungkin juga itu keluhan sebagian besar rakyat Indonesia. “Kata Tonin.

Tonin menjelaskan atas pengakuan Ruslan, bahwa rekaman suara yang dibuatnya kemudian menyebar ke grup WhatsApp (WA) Serdadu Eks Trimatra hingga akhirnya viral.

Isi rekaman itu soal surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo dalam bentuk video dan viral di media sosial pada 18 Mei 2020. Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat. Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Menurut Ruslan, solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah Jokowi rela mundur dari jabatannya sebagai Presiden, “namun bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” tutur Ruslan di video itu.[]Op/red

Komentar