oleh

Ruslan Buton Diterbangkan Ke Jakarta, Tonin Siap Lakukan Pembelaan

Kabartoday, Jakarta – Mantan Eks TNI AD berpangkat Kapten Inf Yonif RK 732/Banau Ruslan Buton yang telah ditetapkan sebagai tersangka melanggar UU ITE melalui sosial media FB milik akun pribadinya berisi ‘Surat Terbuka Untuk Jokowi’ yang diunggahnya pada 20 Mei 2020 lalu.

Dalam video ajakan dan seruannya itu, Ruslan dituduh sebagai provokasi melawan Jokowi orang nomor satu di Republik Indonesia.

Penangkapan terhadap Ruslan Bulton oleh reskrim cyber Mabes Polri dilakukan hari kamis pagi, tanggal 28 Mei 2020 yang berada di kampung halamannya di Desa Matanauwe, Kec. Siotapina, Kab. Buton atas laporan kepolisian oleh seorang yang bernama Aulia dengan Nomor LP/B/2071/V/2020/Bareskrim, tanggal 22 Mei 2020.

Laporan Kepolisian terhadap Ruslan Buton

Dikabarkan Ruslan telah diterbangkan ke Jakarta untuk jalani proses hukum. Hal itu dikatakan Tonin Tachta Singarimbun selaku kuasa hukum Ruslan Buton saat dihubungi kabartoday melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, Jum’at (29/5/2020) pagi.

BACA JUGA:  Promosikan Kawasan KBN Gelar Wedding Expo 2019

“Ruslan Buton telah dibawa ke Jakarta dengan pesawat khusus Polri jam 09.00 wita, hari Jumat dan tidak diketahui mendaratnya di Bandara Halim atau Pondok Cabe. Sesuai komunikasi terakhir (kemarin) maka Ruslan Buton akan dibawa ke Bareskrim Mabes Polri Direskrimsus Cyber. “Kata Tonin.

Tonin juga menyebut, kliennya Ruslan Buton akan jalani proses lanjutan, dan Andita’s Law Firm akan lakukan upaya-upaya pembelaan hukum terhadap Ruslan Buton. “Nanti setelah mereka di Jakarta, kita akan lakukan upaya-upaya pembelaan hukum. “Ucapnya.

Dikabarkan sebelumnya, Ruslan ButonĀ adalah mantan anggota TNI AD yang dipecat dengan pangkat terakhir yakni Kapten Inf di Yonif RK 732/Banau. Bahkan sebelumnya, Ruslan juga sempat ditahan dan diperiksa secara intensif di Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Ternate atas kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017 lalu. Saat itu, Ruslan masih menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

BACA JUGA:  Putra Eggi Sudjana Hormati Proses Penangguhan Ayahnya

Kemudian pada 6 Juni 2018, Pengadilan Militer Ambon mengeluarkan putusan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan serta pemecatan dari Anggota TNI AD kepada Ruslan Buton. Pada akhir tahun 2019, Ruslan Buton bebas.

Setelah dirinya sudah menjadi eks anggota TNI AD, Ruslan membentuk kelompok mantan Prajurit TNI dari 3 Matra Darat, Laut dan Udara yang disebut Serdadu Eks Trimatra Nusantara, sedangkan ybs menyebut dirinya sebagai Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

BACA JUGA:  Dua Sejoli Diciduk BNNP Maluku Saat Jemput Paket Sabu di Ekspedisi

Nasionalisme Ruslan Buton dalam mempertahankan kedaulatan NKRI tidak pernah pudar, tahun 2019 lalu, Ruslan Buton juga membuat surat terbuka untuk Presiden RI terkait kasus penembakan anggota TNI di Papua yang dilakukan oleh Gerakan Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Selanjutnya, pada tanggal 25 Januari 2020, Ruslan Buton juga mengeluarkan pernyataan di Media Sosial terkait perseturuan antara M. Said Didu dan Luhut Binsar Panjaitan tentang video youtube yang diunggah Said Didu berjudul ‘Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang‘. Dalam hal ini, Ruslan Buton mendukung Said Didu agar tidak gentar menghadapi Luhut Binsar Pandjaitan.[]Op/red

Komentar