oleh

Saatnya Muhammadiyah Membeli dan Menguasai Saham Perusahaan Global

Thoha Muntaha

Bursa saham pastinya menjadi indikator pasar modern yang memungkinkan pemilik modal memiliki bahkan menguasai sebuah perusahaan tanpa harus bersusah payah mendirikan dan membangun perusahaan itu sendiri

Caplok mencaplok pastinya hal yang wajar sepanjang taat pada orchestrasi profesionalisme hingga setiap perusahaan yang melantai di bursa saham sudah mempersiapkan mental lebih awal jika sewaktu waktu kendali berpindah tangan akibat turun derajat menjadi pemilik minoritas.

BACA JUGA:  Pos Pam Lebaran di Ambon Rusak Ditabrak Pemuda Mabuk

Sudono Salim yang tahun 1957 bersusah payah mendirikan BCA yang kemudian 1975 di bantu oleh taipan Mochtar Riady dalam mengepakkan sayap modernisasi manajemen perbankan tumbuh menjadi raksasa yang akhirnya harus menyerah di tangan BPPN dan kini di caplok oleh grup Djarum sebagai pemilik mayoritas saham.

Ihtiar mencaplok saham seperti yang dilakukan oleh Djarum terhadap BCA nampaknya bisa dilakukan oleh konglomerat raksasa Indonesia yang berdiri sejak seratus tahun yang lalu yaitu Muhammadiyah yang ketika itu pendirinya KH A Dahlan menjual perabot rumah tangganya untuk memberi gaji guru Muhammadiyah.

BACA JUGA:  Dukung 'Zerro Plastik, Daging Qurban Polres Banyuwangi Berbungkus Besek Anyaman Bambu

Muhammadiyah tercatat memiliki aset yang amat dahsyat berupa 10 ribu lebih sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dan 170 lebih univeraitas serta 104 rumah sakit 3000 klinik dan 10 fakultas kedokteran yang tentunya bernilai ribuan triliyun.

Jika sisa hasil usaha dari seluruh amal usaha yang profitable itu dikumpulkan dan dikelola oleh manajemen aset yang profesional tentunya menjadi pintu pembuka bagi Muhammadiyah membeli dan menguasai saham perusahaan global seperti halnya Djarum yang menggurita mencaplok banyak perusahaan termasuk BCA.

BACA JUGA:  Personel Sabhara Polres Kampar Lakukan Patroli dan Himbau Warga Kurangi Aktivitas Diluar Rumah

Bagaimana menurut anda….

Komentar

News Feed