oleh

Sabam Sirait Rayakan HUT ke 83, GO Indonesia: Beliau adalah Guru Bangsa

-Aktual-177 views

 

Jakarta (Kabartoday ) Istimewa. GO Indonesia mendorong Pemerintah mengakui secara resmi Sabam Sirait sebagai Guru Bangsa. Hal itu disampaikan pada perayaan ulang tahun Sabam ke-83, di Jakarta, Senin malam (14/9/2019). Bukannya tanpa alasan, selain karena pengalaman Sabam, GO Indonesia menilai Sabam sebagai seorang politisi yang jujur, bersih, dan lurus. Suatu kombinasi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia ada pada diri para politisi di negeri ini.

Turut hadir dalam acara ulang tahun Sabam para tokoh nasional seperti: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Anggota DPD Jimly Asshidiqie, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dewan Pimpinan Nasional Generasi Optimis (GO) Indonesia Frans Meroga (Wakil Ketua Umum) dan Tigor Mulo Horas Sinaga (Sekretaris Jendral/Sekjen), mantan Gunernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, dan tokoh-tokoh lainnya.

Sabam sendiri adalah tokoh politik yang mendapat rasa hormat secara luas dari masyarakat Indonesia. Sejak era Soekarno hingga Joko Widodo, catatan perjalanan politik Sabam terbilang bersih tanpa cela. Dalam kesempatan itu Kapolri Tito mengaku kekagumannya pada Sabam dan dengan nada akrab mengatakan, “Bapak Sabam Sirait selalu sehat dan banyak belajar, karena siapa tahu bisa jadi Presiden RI, karena Mahathir Mohamad terpilih lagi jadi Perdana Menteri Malaysia di usia 93 tahun.” Ucapan Tito itu direspons tepuk tangan meriah para undangan yang hadir.

BACA JUGA:  Teroris Biadab Renggut Nyawa Ummat Islam Tidak Bersalah

Sabam Sirait Politisi Lurus

Sabam seorang maestro dalam dunia politik. Ia tokoh politik senior di negeri ini. Sekalipun baru terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024, pengalaman Sabam di dunia politik sudah dimulai sejak masa Bung Karno, sang Presiden kharismatik yang legendaris.

Sabam adalah salah satu tokoh pergerakan di masa Orde Lama. Ia memimpin Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia pada dekade 1950an. Ia mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Karir politik praktisnya dimulai saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia.

Ketika Parkindo melebur bersama partai nasionalis lainnya, Sabam merupakan salah satu deklarator Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sabam tercatat sebagai wakil rakyat di DPR selama tujuh periode mulai dari tahun 1967 ketika ia masih tergabung dalam Parkindo. Pada 1983-1992, Sabam juga pernah menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung, lembaga tinggi negara yang sudah tak eksis lagi.

Masuk zaman Reformasi, Sabam termasuk dalam pejuang-pejuang tangguh PDI yang pindah gerbong ke PDI Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarnoputri. Ia juga dipilih rakyat menduduki kursi DPR RI hingga 2009. Pria Batak kelahiran tahun 1936 itu kembali berlaga dalam Pemilu 2014, kali ini ia mencalonkan diri sebagai anggota DPD.

Saat itu, Sabam hanya menduduki posisi kelima terbanyak dalam pemilihan sebagai Senator Indonesia mewakili DKI Jakarta dengan 237.273 suara. Hal itu membuat Sabam tak bisa melenggang ke Senayan mengingat kuota anggota DPD hanya empat orang per provinsi. Namun, wafatnya AM Fatwa, anggota DPD yang juga politisi senior, membuat Sabam masuk ke dalam DPD untuk posisi Pergantian Antar Waktu (PAW).

BACA JUGA:  Ajak Hidup Sehat Polda Banten Bersepeda Ria Sambil Promosikan Pariwisata Anyer

Sabam Sirait Sang Mentor

Doktrin dan praksis politik Sabam kental berwarna nasionalis. Ia seorang Soekarnois sejati. Selain mementor putranya sendiri, Maruarar Sirait, yang mengikuti jejaknya sebagai politisi, Sabam juga dikenal sebagai mentor dan ayah ideologis bagi banyak Nasionalis-Soekarnois muda masa milenial. Jeni Widianingrum, Frans Meroga, dan Horas Sinaga termasuk di antaranya. Ketiganya kini memimpin GO Indonesia, salah satu organisasi muda-mudi terbesar dalam negeri yang kritis menyoroti berbagi fenomena sosial-politik tanah air.

Sabam di ulang tahunnya yang ke-83 memberi tiga wejangan kepada GO Indonesia. Yang pertama, “Senantiasa berkata dan berbuat jujur, serta bekerja dengan baik dan ikhlas,” ujar Sabam.

Kedua, “Teruslah semangat dalam optimisme, jangan mudah putus asa. Orang politik itu biasa mati berkali-kali, kalah dalam politik adalah hal yang biasa.”

Ketiga, “Teruslah belajar dan mengasah intelektualitas, baik melalui buku-buku maupun bertanya kepada yang lebih berpengalaman,” ujar Sabam.

Sabam Sirait Tokoh yang Dihormati

Citra dan perjalanan Sabam Sirait sebagai politisi bersih mengundang rasa hormat dari masyarakat luas, terutama para pemangku kekuasaan. Hal tersebut tampak dari kata sambutan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam buku “Berpolitik bersama 7 Presiden” karya Sabam.

BACA JUGA:  Istri Ditawar 200 Ribu Pria Ini Kalap Bunuh Bosnya

Mengutip Jokowi, Sekjen GO Indonesia Horas Sinaga mengatakan, “Banyak hal yang pantas diteladani dari Pak Sabam, terutama integritas dan konsistensi sikap dalam berpolitik. Keteladanan yang ditunjukkan Pak Sabam dalam menjalankan prinsip-prinsip politik yang baik dan lurus sangatlah berarti banyak.”

“Presiden Jokowi tak jarang mendapat nasihat mengenai implementasi prinsip-prinsip politik tersebut dalam pemerintahan. Beliau cocok dengan pemikiran Pak Sabam. Tak bisa dipungkiri, saya dan sahabat-sahabat di GO Indonesia juga merasa cocok dengan pemikiran Pak Sabam. Beliau orang besar dengan pemikiran-pemikiran luhur,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Wakil Ketua Umum GO Indonesia Frans Meroga, mengaku dirinya terkesan oleh keteladanan yang diberikan oleh Sabam. “Beliau itu santun, lurus, dan tajam dalam berpikir. Tidak pernah menjegal siapapun. Kita harus meneladani beliau. Dalam politik, jangan saling menjegal, apa lagi rekan separtai atau rekan sekoalisi. Kita harus punya etika seperti seorang Sabam Sirait,” kata Frans.

GO Indonesia, menurut Frans, sepakat mendorong Pemerintah mengakui secara resmi Sabam Sirait sebagai Guru Bangsa. Selain karena pengalaman Sabam, ia diangap sebagai politisi yang jujur, bersih, dan lurus. Suatu kombinasi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia ada pada diri para politisi tanah air. Selamat ulang tahun, Oppung Sabam Sirait(Bbg)

Komentar