oleh

Satgas Yonif RK 136/TS Amankan 76 Pucuk Senpi Ilegal di Maluku

-Daerah-103 views

Kabartoday, AMBON – Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti berhasil mengamankan 76 pucuk senjata api (senpi) ilegal laras panjang maupun pendek di Maluku. Dari 76 pucuk senpi ilegal ini, lima pucuk diantaranya masih berkualifikasi standar, sementara sisanya merupakan senpi rakitan.

Yonif RK 136/TS saat ini sedang melakukan perintah negara sebagai Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) di Provinsi Maluku. Pasukan yang bermarkas di Batam Kepulauan Riau ini bertugas di Maluku sejak akhir Mei 2019 lalu. Lama tugas mereka selama sembilan bulan yang akan berakhir bulan Maret 2020 mendatang.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Mohammad Sabrar Fadhilah mengungkapkan selama enam bulan bertugas sejak Mei hingga kini, Yonif RK 136/TS yang melakukan pengamanan pada 36 titik pos berhasil mengamankan 76 pucuk senpi ilegal.

“Untuk senjata api ilegal, hingga sekarang prajurit kita telah mengamankan 76 pucuk dari masyarakat. Lima diantaranya senjata api standar,” ungkap Fadhilah kepada wartawan Kamis sore (12/12) usai mengunjungi pos komando utama Satgas RK 136/TS di Desa Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Mohammad Sabrar Fadhilah

Alumni Akademi Militer tahun 1988 ini katakan keberhasilan mengamankan 76 senpi ilegal ini berkat pendekatan serta penggalangan prajuritnya kepada masyarakat. Mereka jelaskan kepada masyarakat bahwa warga sipil tidak berhak untuk memiliki atau menguasai senjata api dalam bentuk apapun. Yang bisa memegang senjata api hanyalah petugas keamanan yang diberikan kewenangan oleh negara.

BACA JUGA:  PWOI Jateng Sikapi Hoax

Dari hasil penggalangan ini membuahkan hasil dimana ada masyarakat yang dengan sukarela datang menyerahkan senjata api kepada personil Yonif RK 136/TS di pos pengamanan terdekat.

“Prajurit kita sampaikan kepada masyarakat untuk tidak memegang senjata api terkecuali bagi petugas yang memang memiliki kewenangan untuk itu. Hasil penggalangan itu, ada beberapa masyarakat yang telah menyerahkan kepada petugas kami di pos-pos satgas. Ini mereka serahkan dengan sukarela setelah dilakukan pendekatan oleh prajurit-prajurit kami dibantu oleh satuan teritorial setempat dari Kodim, Koramil serta Babinsa,” terang mantan Kapuspen TNI ini.

Fadhilah yang juga pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Boediono ini memberi apresiasi tinggi atas kesadaran tinggi warga di lokasi penugasan Yonif RK 136/TS. Penyerahan senpi ilegal ini menandakan masyarakat Maluku mau hidup dalam suasana damai.

BACA JUGA:  Tokoh Aktivis Sikapi Gonjang Ganjing Hak Angket Nurdin Abdullah

“Suatu daerah akan dapat berkembang maju jika ada pra kondisi berupa keadaan yang aman. Kalau kita berkelahi terus, kampung sini sama kampung sana, saling bacok-bacokan nggak akan maju-maju kampung kita ini. Untuk itu keamanan yang sudah tercapai baik tolong dijaga dengan baik. Supaya cita-cita untuk maju bisa tercapai,” harap Mayjen Fadhilah.

Pria kelahiran Magelang 54 tahun lalu yang pernah menjabat Kasdam IV/Diponegoro medio Maret hingga Oktober 2017 lalu jelaskan sesuai Undang Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI bahwa tugas pokok TNI itu hanya ada tiga, yaitu satu menjaga kedaulatan negara, kedua melindungi segenap warga dan ketiga menjaga keutuhan wilayah.

“Untuk itu, kehadiran kami (Yonif RK 136/TS-red) disini adalah untuk melakukan tiga hal tadi. Itu yang ditugaskan negara kepada kami,” tandasnya.

 

Kepada seluruh prajurit Yonif RK 136/TS, Fadhilah berpesan agar selama menjalankan tugas negara ini harus selalu berpedoman pada delapan wajib TNI. Ia menegaskan agar prajurit jangan sampai melukai hati rakyat.

“Sekecil apapun perbuatan kalian, jangan sampai melukai hati rakyat. Justru kewajiban kalian harus membantu dan menolong masyarakat yang membutuhkan. Jaga nama baik, harkat dan martabat kesatuan kalian yang hingga kini masih terjaga tinggi di mata masyarakat. Apalagi wakil bupati Seram Bagian Barat sudah sampaikan bahwa masyarakat disinj sangat mencintai dan menyayangi kalian. Tinggal tiga bulan lagi tugas kalian selesai. Jaga itu. Jangan cemarkan dengan perbuatan yang dapat melukai hati rakyat. Ini yang harus juga kalian ingat dalam tugas,” tegas Fadhilah saat mengambil jam pimpinan dengan seluruh prajurit Yonif RK 136/TS di Pos Komando Utama.

BACA JUGA:  Pos Pam Lebaran di Ambon Rusak Ditabrak Pemuda Mabuk

Dalam kunjungan kerja ini, Mayjen TNI Fadhilah didampingi Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, Komandan Korem 151/Binaiya Kolonel Infanteri Hartono, Komandan Brigade Infanteri 27/Nusa Ina Kolonel Infanteri Mustaqim, sejumlah pejabat teras Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XVI/Pattimura.

Untuk diketahui, Yonif RK Satgas 136/TS menginjakan kaki di Maluku pada 27 Mei 2019. Dengan kekuatan 500 personil dipimpin Komandan Yonif Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis selaku Komandan Satgas. Lubis merupakan jebolan Akademi Militer tahun 2001 lalu. Personil Satgas Yonif RK 136/TS disebar pada 36 pos pengamanan pada Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah. (Manuel)

Komentar