oleh

Sebar Siaran Pers Bohong Kapolsek Kalideres Di LP kan Ke Propam Mabes Polri

Kabartoday, Jakarta,- Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet dilaporkan ke Propam Mabes Polri, karena, ” diduga telah menyampaikan informasi bohong atau hoax,┬áteregister dengan nomor SPSP2/1886/VII/2020/BAGYANDUAN. pada┬áhari, Jumat (17/7/2020).

Laporan ke Propam tersebut dilakukan oleh Pemimpin Redaksi Media Online BidikFakta.com, Yoyon Wardoyo. Turut mendampingi Yoyon, antara lain Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Ketua Umum dan Waketum organisasi Advokat Bangsa Indonesia (ABI), Rudy Silfa dan Ujang Priyatna, serta rekan wartawan Dedy Rahman dan Lemens Kodongan.

Oknum Kapolsek tersebut, “diduga telah menyampaikan dan menyebarkan informasi bohong melalui sebuah acara press conference yang digelar di Mapolsek Kalideres, pada Selasa, 14 Juli 2020 lalu, yang menuding wartawan gadungan terhadap 4 wartawan media online BidikFakta.com. Informasi hoax itu selanjutnya disebarluaskan oleh media-media nasional, “Terang Wilson Lalengke.

BACA JUGA:  Prabowo Menang Situng Suara Sementara BPN, KPU Sibuk Rekapitulasi Nasional

“Selain menuding 4 wartawan gadungan. Oknum Kapolsek itu juga menyebut polisi gadungan, padahal Gugun Gunadi yang terlibat bersama dalam kasus KJP itu benar-benar seorang polisi aktif yang bertugas di Unit Provost Polda Metro Jaya,” ujar Wilson Lalengke usai mendampingi Yoyon Wardoyo.

Bukti para wartawan media bidik pernah audiens ke beberapa instansi

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menjelaskan bahwa pernyataan Kapolsek Kalideres itu merupakan delik pidana: pencemaran nama baik wartawan dan media tempatnya berkarya, penyebaran berita bohong dan fitnah melalui perangkat teknologi informasi dan elektronik, dan pembohongan publik melalui press conference yang menggunakan anggaran negara.

BACA JUGA:  PT.PRIMA KENCANA DIDUGA CURANGI KONSUMEN APARTEMEN T PLAZA

“Mereka digaji bukan untuk berbohong, bukan untuk merekayasa fakta lapangan, bukan untuk sebarkan dusta dan hoax ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ujang Priyatna mewakili organisasi Advokat Bangsa Indonesia (ABI) turut mendukung dan mengawal kasus tersebut.

“Saya mendukung segenap wartawan memperjuangkan kebenaran dalam kasus yang menjerat teman-teman ini,” tandasnya. (Red)

Komentar