oleh

Sebelum Meninggal, Anak Ini Panggil-Panggil Anies Baswedan

Kabartoday, Jakarta – Kamis malam itu saya menjenguk ibu sahabat kami yang dirawat di ICU RS Pasar Minggu. Antar bilik pasien dipisahkan korden.

Suaranya keras walau terhalang masker oksigen yang dipakainya. Hingga terdengar seruangan ICU.

Saya hampiri, matanya menatap tajam. Tangan, kaki dan sekujur badan terkulai tanpa gerak. Dia mengalami patah di 2 ruas tulang lehernya. Tangan dan kaki terlihat lumpuh. Seorang anak muda, 15 tahun, kecelakaan saat perjalanan ke kegiatan taklim.

“Rahmat Hidayat,” jawabnya, saat saya tanya nama. Dayat, panggilannya, lalu menyanyikan lagu penyemangat Persija. Saya dengar dia juga suka melantunkan shalawat. Dalam sakit yang tak terkira itu, dia masih melantunkan shalawat.

BACA JUGA:  UPT DPP-PA Dampingi Keluarga Korban, Proses Oknum Polisi Yang Minta Uang

“Cium saya Pak. Cium saya Pak,” pinta Dayat. Saya tatap dia. Dia senyum dan saya senyum. Lalu saya sentuh keningnya, pundaknya. Perlahan saya cium keningnya. Saya tahan, saya cium lama kening Dayat. Seakan anak sendiri. Sambil membayangkan dia sedang berhadapan perenggang nyawa. Terdengar suara lirihnya, “terima kasih Pak Anies, terima kasih.” Saya senyum dan berdoa.

BACA JUGA:  Kawasan Hutan Lindung Sei Beduk Jadi Lokasi Judi Sabung Ayam

Saya pamit sambil memastikan operasi bisa segera dilaksanakan. Alhamdulilah Jumat pagi operasi dilakukan. Ikhtiar manusia menyelamatkan anak belia ini.

Lebih dari 12 jam dokter dan paramedik berjuang di meja operasi. Misi yang tidak ringan.

Allah punya rencana lain. Minggu subuh, sebuah teks masuk di WhatsApp mengabarkan Dayat wafat pukul 1 dinihari.

Pagi tadi saya melayat ke Jagakarsa. Di mushola tempat dia disholatkan, saya temui Ibunya, Ayahnya. Mereka masih terpukul, tak pernah ada dalam bayangannya kalau mereka yang melahirkan dan membesarkan Dayat, kini harus menguburkannya. Pada orangtuanya saya sampaikan, Insya Allah anak ini akan jadi pembuka Jannah bagi mereka, amiin.

BACA JUGA:  Kodim 0816/Sidoarjo Laksanakan Program Ke 106 Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Kamis malam di rumah sakit, dia panggil saya dan minta dicium. Saya cium dia seakan anak sendiri. Minggu pagi ini saya datangi lagi Dayat. Kali ini telah jadi jenazah. Husnul khatimah Insya Allah…

Setelah disholatkan, kami angkat jenazahnya. Melepas ke rahmatullah… Ke Rahmatullah semua akan kembali, sebuah pelajaran bagi semua. Kullu Nafsin Dzaa Iqatul Maut…(red)

Komentar