oleh

Sekda Baru, Simbol Perlawanan & Kekuatan Bupati Salwa

Kabartoday, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, Salwa Arifin akhirnya memilih dan melantik Saifullah, SE, M.Si untuk menjadi Sekda definitif, Selasa (30/7/19), di pendopo kabupaten. Saifullah terpilih sebagai Sekda setelah melalui proses panjang dan rumit dengan berbagai dinamika dan intrik politik tingkat tinggi di lingkungan pendopo.

Ketua DPD Jaka Jatim, Jamharir, S. Sos mengatakan, bahwa pilihan terakhir bupati kepada Saifullah untuk menjadi sekda merupakan pilihan yang sangat tepat namun juga penuh dilematis.

”Pilihan itu sangatlah tepat, sebab saya melihat bahwa selama ini kita mengenal Salwa sebagai sosok kyai sekaligus santri yang santun dengan bahasa santri yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa birokrasi. Nah, diantara tiga orang calon sekda itu, hanya Saifullah yang dipandang mampu menerjemahkan bahasa santri ke dalam bahasa birokrasi. Saya kira Saifullah ini adalah sosok yang sangat tepat dan menjadi penyeimbang antara rumah timur dan utara,” kata Jamarir tanpa menyebut siapa yang dimaksud rumah timur dan utara itu.

BACA JUGA:  Komisi III DPRD Kab Blitar Panggil PT Greenfields Atasi Limbah Ternak

Jamharir menambakan, bahwa terkait dengan viralnya suara dalam rekaman yang mirip dengan suara sekda yang berisi ancaman itu justru sebagai sinyal bahwa sekda saat ini memiliki karakter yang cukup kuat, strong dan berwibawa, nantinya akan menjadi kekuatan yang padu antara bupati dan sekda sebagai panglima di birokrasi.

“Jika dalam rekaman itu memang benar suara sekda, maka hal itu sangat bagus sekaligus sebagai lonceng peringatan bagi birokrasi agar tidak main main dalam menjalankan tugasnya. Hal itu juga memiliki makna tersirat bahwa Sekda Saifullah akan menjadi kekuatan dan membela bupati dari setiap serangan luar,” terangnya.

BACA JUGA:  Pererat Hubungan Dua Negara, TNI AD Dan US Army Gelar Latma di Dodiklatpur Asembagus

Pemilihan sekda saat ini menurut Jamharir sangatlah terbuka. Saifullah dipilih oleh Bupati Salwa tentu bukan hanya didasarkan pada kemampuan akademik dan juga faktor istikharah melainkan juga berdasarkan komitmen yang hanya Bupati Salwa tahu.

“Karena jika mempertimbangkan faktor akademik, maka Saifullah pasti tidak masuk, namun jika salah satu pertimbangannya adalah komitmen, totalitas dan loyalitas serta sebagai simbol kekuatan, maka Saifullah lah orangnya,” tegas Jamharir.

BACA JUGA:  Rudi Gunawan Optimis Kursi Kosong Eselon II Jabatan Kadis Kab. Garut Segera Diisi

Disisi lain, dipilihnya Saifullah sebagai sekda definitif seakan Bupati Salwa tidak memiliki kepercayaan kepada birokrat Bondowoso untuk mendampinginya serta memberikan loyalitas dan totalitas kepada bupati.

“Bisa juga begitu, sebab selama ini loyalitas dan totalitas birokrasi tidak 100 persen ke bupati. Akhirnya bupati memilih orang yang siap dengan segala konsekuensinya dan ini menjadi perhatian sekda ke depan,” katanya. (Klis)

Caption : Suasana pelantikan Sekda Saifullah

Komentar