oleh

Selama Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kabartoday, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi sudah menyiapkan layanan kesehatan selama musim liburan lebaran. Layanan Kesehatan ini dipastikan berjalan dengan pendirian posko posko di sepanjang jalur mudik nasional. Sedikitnya 28 Puskesmas akan membuka layanan 24 jam selama liburan nanti.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Selasa (28/5/19). Menurutnya terdapat 18 Puskesmas di Banyuwangi yang tetap melayani warga selama 24 jam saat libur Lebaran 2019 ini. Selain juga ada 10 Puskesmas yang akan membuka layanan saat libur Lebaran nanti.

“Puskesmas yang standby 24 jam nonstop ini adalah Puskesmas yang melayani rawat jalan. Untuk yang 10 puskesmas lainnya, jam operasinya meninggi jam kerja kantor di hari biasa, dari pagi hingga siang hari,” jelas Yusuf.

BACA JUGA:  Pemberlakuan PSBB, FWJ Aprisiasi Top Metro dan Singgung 3 Unsur DKI Soal Bantuan

Selain itu, Banyuwangi juga menyiapkan sebanyak 8 posko kesehatan untuk para pemudik Lebaran. Posko disebar di sepanjang jalur nasional mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru. pelayanan posko kesehatan ini pun tidak dipungut biaya dan disiagakan H-7 hingga H+7 Lebaran.

Posko kesehatan ini akan bergabung degan pos pengamanan kepolisian, TNI, dan Dishub. Setiap posko kesehatan akan dikerahkan tiga hingga lima tenaga kesehatan. Mulai dari dokter, perawat dan sopir ambulans yang dibagi beberapa shift selama mudik Lebaran.

BACA JUGA:  Butuh Biaya Nikah, Pemuda Ini Nekad Bobol Rumah Mantan Bos-nya

“Kami imbau kepada para pemudik agar memperhatikan tips mudik dan perilaku hidup sehat. Jika lelah harap beristirahat, perhatikan keselamatan di jalan selama mudik Lebaran,” lontar Yusuf.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan, 28 puskesmas tersebut tersebar di seluruh Banyuwangi. Selama libur Lebaran nanti, di setiap kecamatan di Banyuwangi minimal ada satu Puskesmas yang standby melayani warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

Tidak hanya itu, imbuh Rio, beberapa rumah sakit di jalur mudik juga telah diminta untuk antisipasi kejadian darurat.

“Termasuk antisipasi jika ada pengendara yang terlihat lelah untuk dapat dicek kesehatannya,” katanya.

BACA JUGA:  Mengenal Wisata Garut Lewat Vila Guntur Sari

Lanjut Rio, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pengelola wisata terkait layanan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) di obyek wisata. PPGD adalah serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian.

“Kami telah melatih sejumlah pengelola wisata di Banyuwangi tentang PPGD ini. Mereka sebelumnya kami bekali pengetahuan tentang pengetahuan teori dan praktek bagaimana melakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian sebelum tenaga medis datang. Ini untuk antisipasi,” pungkas Rio.(HS)

Komentar