oleh

Seorang Preman Kampung Aniaya Wartawan di Bekasi.

Kabartoday, Bekasi,- Tindakan Kekerasan dan Intimidasi kembali terjadi pada seorang wartawan. kali ini menimpa Drs. Rudi Kosasih (Rommo), seorang wartawan senior, kekerasan yang dilakukan oleh preman kampung, bernama Zaenal yang dengan nada tinggi melarang wartawan memperoleh informasi.

“Saya orang sini apa urusan kalian menanyakan ijin pembangunan, kenapa tidak sejak awal,” teriak Zaenal, (1/7/2020).

Di lansir dari radarjakarta.Net Ironisnya, aksi premanisme terhadap para pekerja Pers menimpa dan dialami saat Rommo Kosasih seorang wartawan eks koran Republika melalukan tugas jurnalistiknya.
Bahkan aksi yang dilakukan oknum preman tersebut dengan membuat kericuhan dan kegaduhan hingga memancing perhatian warga sekitar.

BACA JUGA:  Kasus BNI Ambon, Kapolda Maluku Copot Dirreskrimum

“Kalau mau nyari duit, jangan disini, keluar kalian semua dari sini,” bentak Zaenal.

Aksi dan tindakan Zaenal pada wartawan (Rommo) juga sempat dilerai. Wartawan tanpa melakukan perlawanan karena hanya ingin melakukan konfirmasi menanyakan perijinan bangunan yang dijadikan tempat kost kost-an, tiba-tiba Zaenal muncul.

Ketika itu Zaenal malah semakin beringas menunjukan arogansinya dihadapan awak media. Bahkan saat itu pula Zaenal pun terlihat langsung merangkul dan diduga mencekik leher Rommo.

Tak puas sampai di situ, Zaenal tetap saja menunjukan sikap arogansinya terhadap wartawan meski sempat dilerai oleh warga dan rekan Rommo termasuk wartawan yang menyaksikan kejadian sore itu.

BACA JUGA:  Kapolri Copot Brigjen Prasetyo Utomo Terkait Kaburnya Tjoko Chandra

Rommo terlihat tanpa ada perlawanan apa pun terkait perbuatan fisik yang dilakukan saat kejadian itu, meski sempat terjadi cekcok mulut hingga suasana semakin memanas, karena terpancing emosi.
Beberapa awak media, diantaranya Koran harian Sederhana, suara karya.com, mediatransparancy.com, majalahceo.com, Radar-X, bersama lembaga pengawasan bangunan sekitar pukul 17.30 WIB.
Mereka bermaksud melakukan investigation reporting (liputan investigasi) di lokasi terkait dugaan adanya pembangunan gedung 4 lantai kost- kost’an yang belum mengantongi izin yang terletak di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok gede Kota Bekasi pada, Selasa (30/06/2020) petang.

Pantauan di lokasi bahwa jumlah unit dalam kost- kost’an sekitar 59 unit. Detailnya jumlah bawah lima unit atas sembilan unit. Jumlah sebanyak 27 unit di tiga lantai.
Lantas ditambah lagi ada enam di lantai bawah itu yang kecil-kecil unitnya. Jika ditotal bisa Jumlah kost kost-an besar 27 plus 6 berjumlah tiga lantai jadi 18 unit atau ruang. Sehingga total berjumlah 45 ruang.

BACA JUGA:  Biro SDM PMJ Gelar Pengambilan Sumpah dan PFIP Bintara Polri 2020

Korban (Rommo) juga, selain membuat Laporan Polisi di Polsek Pondok Gede, juga telah melakukan tindakan untuk visum et refertum (VeR) untuk kepentingan pro yustisia serta demi memudahkan pihak Kepolisian memburu pelaku supaya segera di ringkus. (Tom)

Komentar