oleh

Simpati Datang Akibat Akses Jalan Warga Ditutup Oknum Penghuni Palm Garden Cipanas

-Aktual-82 views

 

Bogor (Kabartoday ) Sejak sebelum hingga sampai berdirinya kawasan elit Villa Palm Garden, Kelurahan Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada tahun 1990/1991, warga desa Padarincang Ponik, Padarincang Sukaharja yang berada di belakang pemukiman elit ini gunakan jalur yang melintasi pemukiman modern Palm Garden menuju tempat kerja, Pemakaman Umum Warga, Sekolah SMP, dll. Total seluruh penduduk warga desa lebih dari 500 jiwa dengan 2 RT (RT 02 dan 03).

Dari awal Perumahan Palm Garden dihuni hingga kini selama hampir 30 tahun, tak sedikit warga Desa bekerja sebagai Satpam, Pembantu RT, Tenaga Kebersihan, Tukang Kebon, di perumahan ini.

Hubungan warga desa dengan penghuni Villa Palm Garden menjadi saling membutuhkan satu sama lain, erat, guyub dan gotong royong. Tak tercermin egoisme sosial kaya dan miskin. Apalagi jika peringatan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan hari besar lainnya, nampak warga desa belakang Palm, riang membaur laksanakan kegiatan dan yang digelar warga Palm Garden.(28/11/2019)

Hal itu terjadi oleh karena warga desa selalu melintasi kawasan Palm Garden yang menghubungkan desa ke Sekolah, Pemakaman, dll serta adanya budaya Sunda yang tolenrasi dan kesadaran hidup berdampingan, sehingga akhirnya mereka saling mengenal satu sama lain. Apalagi banyaknya warga desa yang dipekerjakan di perumahan ini.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Luncurkan #JanganTakutBerkurban 

“Pernah suatu ketika terjadi musibah yang menimpa salah satu penghuni Palm, warga kampung berbondong – bondong mengejar maling serta ikut membantu pengamanan antisipasi lingkungan, pungkas Udin perawat kebun yang sudah 20 tahun lebih bekerja di salah satu penghuni Palm.

Suasana harmonis antara warga desa dan penghuni Villa sekejap hilang, suasana bathin warga desa menjadi resah campur amarah. Jalur yang biasa mereka lewati tiba – tiba ditutup tanpa pemberitahuan.

Dari informasi yang didapat dari warga setempat antara lain ketua RT 02 Bapak Pepe, serta Bapak Amir, Dodi dan Ibu Miah, bahwa akibat penutupan akses warga desa oleh salah satu penghuni Palm Garden akhirnya merubah kebiasaan warga yang sudah berlangsung puluhan tahun. Warga desa harus berjalan lebih jauh lagi, mengelilingi kawasan Palm Garden, menambah tenaga dan waktu lagi untuk bisa tiba di tempat rutinitas kerja, sekolah, pemakaman dll.

Dari hasil pendalaman informasi pada Minggu, 24/11/2019, bahwa penutupan akses itu dilakukan sekitar 2 bulan lalu oleh salah satu penghuni Palm Garden (sebut saja Pak. E) yang bermukim di blok Villa depan, membeli unit baru yang letaknya persis di pintu akses masuk warga desa selebar 5 meter itu.

BACA JUGA:  Soal DPT Pemilu, BW Singgung Mahfud MD Tak Punya Solusi

Pak E mengklaim bahwa penutupan akses jalan merupakan haknya sebab unit yang ia beli meliputi jalur akses masuk warga desa ke kawasan Palm, terang Udin.

Karena banyak warga yang terkena imbas penutupan jalur itu, akhirnya tembok penutup jalan desa ke kawasan Palm di jebol massa, sebagian warga kembali lintasi jalur ini. Namun keadaan itu tak berlangsung lama, sebab pemilik unit baru itu menutup kembali dengan tembok yang tampak kokoh dan kuat. Warga pun di ancam pidana oleh pemilik jika ada yang merobohkan tembok pembatas itu.

Padahal sebelumnya warga lewati akses selebar 5 meter tersebut hanya bisa dengan jalan kaki, jika gunakan motor maka motor di parkir didekat pintu akses keluar masuk ini, sebab dibalik tembok yang ditutup ini adalah sawah dan kebun yang tak bisa dilewati kendaraan roda 2 dan 4.

Kemudian warga membuat surat dan ditandatangi oleh lebih dari 200 warga desa yang ditujukan kepada Kepala Desa dengan maksud permohonan agar penutupan jalur dibukan kembali, agar warga bisa kembali lewati jalur alternatif tersebut menuju tempat kerjanya di Palm Garden, Sekolah SMP, Pemakaman, dll.

Dua bulan sudah surat itu dilayangkan, dan tiga kali perwakilan warga tanyakan perkembangannya belum juga ada realisasi.

BACA JUGA:  Tanjungbalai "Bersih" Ternodai Praktik Judi Togel, Polres Dan Pemko Terancam Di Demo Aktivis Pemuda

Warga semakin resah, tak tau lagi harus mengadu ke siapa. Simpati terhadap warga desa akibat penutupan akses pun muncul dari warga penghuni Villa Palm kemudian dari salah satu senior angkatan 80-an jaringan aktivis ProDem (Pro Demokrasi) di Jakarta.

“Kejadian ini tidak sesuai dengan makna arti kemerdekaan, hak-hak warga dan demokrasi maka saya memandang perlu bahwa hal ini untuk segera dicarikan jalan terbaik bagi warga juga penghuni Villa, untuk itu saya akan berkordinasi dengan jaringan aktivis petani, lingkungan hidup dan HAM Jawa Barat, khususnya Cianjur,” tegas Agus Lennon Santoso Senior ProDem di Jakarta saat dikonfirmasi terkait penutupan akses warga tersebut.

Sebelum berita ini diulas, kabar terkait penutupan akses warga sudah muncul di sosmed. Kemajuan informasi digital sulit dicegah sehingga meluas tanpa batas dan tersaji aneka ragam. Sehingga tim redaksi langsung lakukan investigasi guna menggali kebenaran berita ini.

Sebelum berita ini dipublis, tim redaksi mencoba mengkonfirmasi ke Pengelola Palm Garden namun belum berhasil, terkait penutupan akses warga serta pengelolaan kawasan Palm Garden yang diduga masih dikelola sendiri dan belum diserahkan ke Pemerintah Kab. Cianjur, yang mana terdapat Perda yang mengatur pengelolaan fasilitas umum pemukiman warga dikelola oleh Pemda.(Bbg )

Komentar