oleh

Sinergi LSM Perkara Garut dan Advokat Sikapi Kasus Warga Miskin Dijerat Utang Bank

Kabartoday, GARUT – Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (LSM Perkara) Cabang Garut mensikapi pengaduan perkara kredit yang diduga fiktif. Perkara ini menjerat seorang warga Garut berinisial AS.

Awalnya AS datang mengadu kepada Law Office Silgar & Partners pimpinan Anton Widiatno SH, yang juga sebagai President Director, bersinergi dengan LSM Perkara menangani permasalahan dugaan kredit fiktif di salah satu bank nasional dimana operasionalnya di wilayah Garut.

Dalam pengaduannya, AS, warga Kecamatan Garut Kota tersebut mengaku mendapat tagihan kredit dari petugas salah satu bank. Padahal, Ia tidak pernah meminjam uang kepada pihak bank tersebut.

“Rumah kontrakan saya tiba-tiba kedatangan seseorang yang mengaku petugas juru tagih dari bank untuk menagih kredit sebesar Rp 389.529.000,- yang disebutnya sebagai tunggakan cicilan belum dibayar,” ungkap AS kepada Law Office Silgar & Partners yang berkantor di JL Siliwangi, Tarogong Kidul, Garut.

BACA JUGA:  Jelang Putusan PHPU Pilres, TNI dan Polri Situbondo Siaga

Karena tidak merasa punya tanggungan, AS pun kaget kenapa namanya bisa terdaftar sebagai nasabah bank dengan jumlah kredit yang sangat besar.

“Katanya kredit tersebut dengan menggunakan jaminan berupa sertifikat tanah kebun karet seluas 4 hektare di Cikelet. Sementara saya tidak sendiri mempunyai lahan itu,” lontar AS dalam keterangannya.

Ditambahkan AS, saat ini dirinya tidak bekerja alias pengangguran. Sementara istrinya hanya sebagai pembuat kue yang dijajakannya sendiri.

“Sebelumnya saya lama bekerja sebagai sopir pribadi salah seorang anggota DPRD Garut. Dengan begitu sangat tidak mungkin bagi saya bisa memiliki utang atau kredit dari bank sebesar itu. Dari dulu saya tinggal di rumah kontrakan, dan kini juga sudah pindah kontrakan karena tergusur oleh proyek reaktivasi rel kereta api,” beber AS lagi.

AS pun menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah meminjam uang ke bank. Tetapi petugas penagihan terus datang berkali-kali sehingga dia pun menjadi sorotan tetangganya, seolah olah benar dirinya punya hutang yang besar dan dipersalahkan oleh keluarga.

BACA JUGA:  Lapas Klas II A Karawang Bangun Sarana Ibadah Mushola Al-Iklas

“Saya tidak mengerti dengan kejadian ini dan tidak tahu harus bagaimana. Kehidupan saya dengan keluarga jadi amburadul,” ungkap AS membeberkan kejadian yang membebani pikirannya.

Menerima aduan tersebut, LSM Perkara DPC Kabupaten Garut melalui ketuanya, Harun Ar-Rasyid merasa simpatik dan menilai penting bagi lembaganya untuk mensikapi dan memediasi dengan pihak terkait guna mencarikan solusi atas kejadian yang menimpa AS tersebut.

“Untuk sementara dalam kasus ini kami baru menduga adanya kredit fiktif degan cara memanipulasi tanda tangan dan aplikasi, data pribadi atas nama AS. Secepatnya kami akan melayangkan surat permohonan audiensi kepada para pihak terkait dugaan ini,” tegas Harun.

Ditempat yang sama, di kantor Law Office Silgar & Partner, JL Siliwangi No. 8 Tarogong Kidul, Garut pada Jum’at (16/8/19), advokat Anton Widiatno SH, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan hukum secara gratis sekaligus menjadi penasehat hukum dalam perkara dugaan kredit macet yang menjerat AS.

BACA JUGA:  Kongres Forwat Pertama berjalan lancar sukses dan demokrasi

“Menurut pandangan kami, perkara ini diduga kredit fiktif yang dilakukan oleh oknum petugas salah satu bank nasional yang beroperasi di Garut,” terang Anton.

Dalam hal ini, Law Office Silgar & Partner bersinergi dengan LSM Perkara untuk menuntaskan perkara tersebut hingga tuntas sampai akar permasalahannya.

“Layanan bantuan hukum ini kami lakukan secara gratis sebagai upaya memperjuangkan keadilan bagi masyarakat,” kata Presiden Direktur Silgar & Partner ini.

Sementara dari LSM Perkara turut menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Silgar untuk menangani dimaksud. “Karena kasus yang menjerat warga ini menjadi kewajiban kita, baik sebagai LSM maupun sebagai sesama masyarakat biasa. Kami merasa berkewajiban untuk membela saudara-saudara dan warga masyarakat yang tertindas,” pungkas Harun. (Alam) 

Komentar

News Feed