oleh

Siswa Tantang Guru Di dalam Kelas, Ini Salah Siapa?

Kabartoday, Gresik Jawa Timur – Heboh… seorang siswa dengan terang-terangan menantang gurunya di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung. Dari video yang tersebar di warganet, terlihat seorang siswa memperlakukan gurunya dengan tidak wajar.

Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan saat dihubungi wartawan, Minggu (10/2/2019) membenarkan adanya lokasi dalam video tersebut berada di Gresik. “Lokasi video itu di SMP PGRI Wringinanom Gresik. “ujar Kapolsek.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kata Supiyan, pihaknya segera bertindak begitu mengetahui ada video yang viral tersebut.

Video yang berdurasi 54 detik itu memperlihatkan tingkah seorang pelajar/siswa memperlakukan gurunya dengan tidak hormat. Terlihat pelajar itu mengenakan topi, dan memegang kepala gurunya. Tidak sampai disituh, ia juga mendorong si guru dan mencengkram kerah bajunya.

BACA JUGA:  Dugaan Korupsi Anggaran Proyek Ruas Jalan Onozalukhu Holi TA 2016

Video Terkait

Guru yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja melihat tingkah laku anak didiknya tersebut, sampai tingkah laku si pelajar merokok di dalam kelas.

Pelajar lain yang menyaksikan insiden tersebut di dalam kelas hanya tertawa saja seakan-akan sepakat atas tindakan si pelajar itu memperlakukan gurunya dengan kurang ajar.

Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas sikap murid di sebuah SMP di Gresik, Jatim yang menantang gurunya. Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kemungkinan ada dua faktor yang menyebabkan seorang murid melakukan kekerasan terhadap guru.

BACA JUGA:  Warga Kamal Butuh Air Bersih, TRC Desak Anies Sikapi Kebutuhan Warganya

“faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah. ” ujar Retno saat dihubungi wartawan, Minggu (10/2/2019).

Pendidikan dirumah memiliki pengaruh kuat terhadap sikap anak, seharusnya orangtua harus bisa mengontrol anak-anaknya terlebih etika ketimuran.

Masuknya era digital, Retno menduga anak tersebut sudah kecanduan game online. “Era digital yang tanpa filterisasi bisa jadi anak terpengaruh karena game online kebanyakan mengandung unsur kekerasan.”

Faktor kedua, disimpulkan Retno bisa muncul dari guru itu sendiri. Guru yang kurang kreatif dalam mengajar bisa mempengaruhi suasana dalam kegiatan belajar-mengajar, misal guru berlebihan dalam mendidik anak di kelas.

BACA JUGA:  500 Ha Lahan Kritis Di Samosir Segera Dihijaukan

Rendahnya kompetensi paedagogik guru, dalam penguasaan di kelas acap kali sulit menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa, bahkan lebih cenderung sulit komunikasi dengan anak didiknya. “Jelas Retno.

Retno juga menyatakan pihak KPAI telah mendapat informasi dari pihak Disdik Kabupaten Gresik, terkait kasus itu sudah ada tindakan yang dilakukan pihak kepolisian. “kami mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Disdik Gresik dan kepolisian Gresik. “Tutup Retno. (Op/red)

Video permohonan maaf siswa

Komentar