oleh

Siti Fadilah Bongkar Pandemic Politik, Deddy Corbuzier Itu Faktanya

Kabartoday, Jakarta – Setelah sukses patahkan kebijakan WHO soal penetapan status pandemic Flu Burung, dan vaksin, Mantan Menteri Kesehatan Indonesia periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari kembali angkat suara soal wabah virus corona (Covid-19), pandemic dan vaksin nya.

Pada saat diwawancarai oleh pesulap sekaligus YouTuber, Deddy Corbuzier, Siti menyebut bahwa COVID-19 sebenarnya tidak lebih mematikan jika dibandingkan dengan virus flu burung. Menurutnya, virus flu burung bisa membunuh pasien yang terinfeksi dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

Dihadapan Deddy Corbuzier, ia mampu membeberkan permainan politik Internasional tentang virus, vaksin dan pandemic, bahkan menjadi viral di konten youtube yang berjudul ‘Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi – Saya Dikorbankan (eklsusive)‘.

Video yang berdurasi 25 menit itu mampu merobek-robek issu internasional dan membuka mata rakyat Indonesia, bahkan dunia.

Keberhasilan Deddy Corbuzier lantaran bukan di dorong oleh adanya kepentingan poltik, atau pihak-pihak tertentu untuk membuka tabir informasi berfakta dari sumber emas Siti Fadilah.

Lewat akun media sosialnya, Deddy menyebarkan informasi narasumber yang sulit diterabas media manapun, hal itu dikarenakan Siti Fadilah yang berstatus sebagai narapidana dengan tuduhan korupsi alat Kesehatan di tahun 2012.

BACA JUGA:  Kunker Menteri BUMN di PT INKA, Teken MoU Dengan SMKN 1 Banyuwangi

Yang menarik adalah tema pembahasan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah melawan kebijakan internasional dalam penangangan virus flu burung di tahun 2009. Meski Deddy berhasil mewawancarai Siti Fadilah yang berstatus tahanan Tipikor saat melakukan perawatan kesehatan di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta Pusat, yang diperkirakan tanggal 20 Mei 2020 kemaren.

Siti membeberkan, Perserikatan Bangsa Bangsa melalui organisasi WHO merencanakan pandemi internasional virus flu burung, dengan alasan menular ke manusia, dan merebak dari manusia ke manusia lainnya hingga membahayakan umat manusia. Rencana itu ditentang oleh Siti Fadilah dengan membuktikan bahwa virus flu burung tidak menular ke manusia, dan masyarakat Indonesia punya kekebalan tubuh yang luar biasa.

Ketika itu, Siti Fadilah protes ke WHO dan hasilnya isu tentang pandemic flu burung berhenti, bahkan asumsi adanya bisnis vaksin dari virus tersebut dapat digagalkan oleh seorang Siti Fadilah, tentunya hal ini menjadi kekuatiran bisnis vaksin internasional.

BACA JUGA:  Relawan Indonesia Bersatu siapkan Menteri yang Berkompeten di Segala Bidang.

Hebohnya, status pandemic covid-19, Siti Fadilah membandingkan kerentanan dan penyebaran virusnya dengan flu burung, ia menyebut pandemic yang akan distatuskan WHO dikalahkan dengan politiknya. Ia melihat adanya keanehan dengan rencana status pandemic flu burung dari WHO saat itu, karena yang punya vaksin virus itu adalah milyarder Bill Gate penguasa dunia informatika. Artinya, setiap negara mau tidak mau harus membeli vaksin tersebut. sedangkan latar belakang Bill Gate bukanlah dibidang kedokteran.

“Bila status pandemic virus flu burung pada waktu itu ternyata jadi ditetapkan, maka akan menguras biaya yang mahal untuk membeli vaksin, bahkan Indonesia harus hutang. Ini seperti bisnis vaksin, seluruh negara mengeluarkan dana hingga milyaran yang bila dijumlahkan bisa mencapai triliunan. “Ucap Siti Fadilah.

Bisnis vaksin menjadi ladang inrernasional yang akan meraup keuntungan ratusan bahkan ribuan triliunan rupiah. Gayung bersambut, Deddy menimpali perkataan Siti Fadilah dengan istilah bisnis vaksin atau menyamakan dengan bisnis senjata untuk menyuplai peperangan.

Tentang situasi pandemic corona covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, Siti Fadilah menerangkan bahwa Indonesia mampu membuat vaksin sendiri tanpa harus mengeluarkan anggaran besar membeli dari luar Negeri. “Indonesia punya banyak ahli. Surabaya dan Jogya saya yakin bisa menciptakan vaksin corona. “jelas Siti Fadilah.

BACA JUGA:  Mempertahankan Baliho Prabowo. Warga Cileungsi Bertahan Hingga Malam

Ia mengungkapkan, yang diperlukan hanya politikelwill dan pendanaan untuk riset, Siti Fadilah menerangkan bahwa Indonesia sangat sedikit memberikan anggaran untuk riset, bahkan riset di Indonesia mengharapkan bantuan dana dari negara asing. Akibatnya menghilangkan semangat para ahli riset Kesehatan bahkan menyebabkan hilangnya rasa nasionalisme karena dana dari negara asing, “bebernya.

Apa yang dialami Siti Fadilah dalam memperjuangkan dunia Kesehatan di tanah air dan menentang kebijakan internasional diduga ada kaitannya dengan tuduhan atas dirinya yang tak mendasar tanpa bukti Siti Fadilah melakukan korupsi 6 miliar rupiah.

Meski kini banyak tudingan ke Deddy Corbuzier karena berhasil mewawancarai seorang narasumber emas Siti Fadilah tanpa memegang ijin dari Ditjen Pemasyarakatan yang berstatus narapidana, namun Deddy tetap beepegang pada prinsip informasi yang harus diluruskan untuk rakyat Indonesia.[]Op/red

Komentar