oleh

SMAN 7 Ambon Gelar Ujian Akhir Secara Daring, Kualitas Tetap Jadi Prioritas

Kabartoday, AMBON – Sebanyak 112 siswa kelas XII SMA Negeri 7 Ambon mengikuti ujian akhir tahun ajaran 2020/2021. Ujian akhir ini selama lima hari dan telah berlangsung sejak Senin (15/3/2021) dan akan berakhir pada Jumat (19/3/2021).

Bentuk ujian tidak dilakukan secara manual atau tatap muka di kelas, namun dilakukan secara dalam jaringan (daring). Peserta ujian mengikuti ujian dari rumah dengan menggunakan jaringan internet untuk online yang tersambung ke server di sekolah.

Ujian secara daring ini dilakukan karena kondisi pandemi Covid-19 dan sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum SMA Negeri 7 Ambon G. H. Pattikawa mengatakan ujian akhir ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi microsoft 365.

BACA JUGA:  Kapolres Buru dan Dandim Namlea Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ar-Ri'aayah
Dra. G. H. Pattikawa, M.Pd – Wakasek Bidang Kurikulum SMA Negeri 7 Ambon.

“Ujian tahun ini sistem daring dimana kita gunakan aplikasi Microsoft 365, dimana aplikasi  ini sesuai dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku,” jelas Pattikawa kepada wartawan di SMA Negeri 7 Ambon, Rabu (17/3/2021).

Ia ungkapkan, peserta ujian di rumah masing-masing dengan menggunakan sarana laptop, komputer atau handphone berbasis android.

Sementara untuk siswa peserta ujian yang terkendala keterbatasan sarana seperti tidak memiliki laptop, komputer maupun HP android, bisa datang ke sekolah menggunakan fasilitas komputer di sekolah.

“Sekolah juga punya lab komputer. Namun siswa yang gunakan fasilitas sekolah hanya sekitar lima orang sehingga hanya menggunakan komputer di lab biologi,” tukasnya.

Jumlah peserta ujian dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 71 siswa dan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 41 siswa.

BACA JUGA:  CRC: Strategi Kampanye Kedua Elektabilitas Calon Presiden

Menyangkut materi ujian, Pattikawa jelaskan dibuat oleh satuan pendidikan atau sekolah. Ini sesuai dengan surat edaran Mendikbud serta arahan dari Dinas Dikbud Provinsi Maluku.

Ia tambahkan, walaupun ujian dilakukan secara daring dengan siswa peserta ujian berada di rumah, namun tetap mendapatkan pengawasan dari pihak sekolah yang juga dilakukan secara daring.

Selain itu, Kepala Sekolah SMA 7 Hasan Basri Difinubun pada hari pertama ujian, Senin (15/3/2021) melakukan kunjungan ke rumah peserta ujian secara random atau acak. Tujuannya, Kepsek ingin memastikan kesiapan peserta ujian menghadapi ujian secara daring.

Untuk durasi waktu ujian dilakukan selama 120 menit dimana setiap hari dilakukan ujian dua mata pelajaran. Jam pertama dari pukul 07.30 WIT hingga 09.30 WIT dan jam kedua mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT.

BACA JUGA:  Kasus Penganiayaan AU, Walikota Minta Semua Pihak Menahan Diri

Menyangkut kendala ujian, Pattikawa katakan tidak ada kendala berat. Kendala awal dalam ujian ini hanya ada beberapa siswa yang tidak memiliki sarana untuk mengikuti ujian sistem daring. Namun dapat teratasi dengan cara para siswa peserta ujian datang ke sekolah untuk menggunakan fasilitas sekolah.

“Kendala saat pelaksanaan ujian, selama tiga hari awal ini tidak ada kendala berarti. Semua dapat berjalan sesuai harapan dalam ujian sistem daring ini,” tandasnya.

Hingga hari ketiga ujian pada Rabu (17/3/2021), jaringan internet lancar, listrik tidak padam. Selain itu guru pengawas datang tepat waktu serta para peserta ujian di rumah juga tepat waktu.

Pattikawa tegaskan, walaupun ujian dilaksanakan secara daring, namun kualitas hasil ujian tetap jadi prioritas sekolah.

“Harapan kami, walau ujian dilakukan dalam bentuk daring namun diharapkan kualitas hasil ujian tetap terjaga,” pungkasnya. (Manuel)

Komentar