oleh

Soal DPT Pemilu, BW Singgung Mahfud MD Tak Punya Solusi

Kabartoday, Jakarta – Pasca sidang sengketa Pilpers di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) mengaku mendapatkan informasi terkait pasar gelap jual beli suara.

Dalam konferensi pers nya yang digelar di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019), BW menjelaskan ada pernyataan seorang calon legislatif yang ditawarkan suara 50 ribu dengan harga tertentu, jadi menurutnya ada pasar gelap jual beli suara.

“Informasinya begitu, itu ada. Mau bilang kejahatan tidak ada, coy… yang benar aja lu? “kata BW.

BACA JUGA:  Suta Yakini Pemeriksaan Kalapas Polewali Clear

Bukan hanya itu, BW juga menyinggung soal DPT yang menjadi masalah dan potensi kecurangan dalam pemilu selama 74 tahun Indonesia merdeka.

“Penyelenggara pemilu Indonesia seperti lakukan kebodohan berulang bagi negara yang telah merdeka 74 tahun. “Urai BW.

Dalam pernyataannya itu, BW juga mengaitkannya ocehan mantan pemimpin Mahkamah Konstitusi (MK) soal NIK, DPT itu setiap pemilu ada.

BACA JUGA:  Diduga Pengedar Narkoba, Wanita Ini Ditangkap Polsek Perhentian Raja

“Menurut saya pernyataan itu bukan pernyataan seorang ahli, yang sangat implisit dan tidak pantas dikutip. “Ucapnya.

BW menilai pernyataan tersebut sama saja menganggap masalah DPT tidak memberi pengaruh, “kalau dia tahu ada masalah, dia harusnya mengajukan solusi, bukan kemudian menjustifikasi masalah ini. Itu sama juga dia mengatakan kejahatan sudah terjadi dan kejahatan itu sudah berakar, tapi tidak ada solusi hukumnya. “beber nya.

BACA JUGA:  Pengamat Ekonomi Indef Menilai Indonesia Masih Produktif

Sementara juru bicara (jubir) BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan apa yang disinggung BW merupakan pernyataan eks Ketua MK Mahfud Md.

“Pak Mahfud menyatakan soal kejahatan DPT dan NIK setiap pemilu ada. Ituu pernyataan Pak Mahfud, jadi kalau ada apa-apa, Pak Mahfud itu Dahnil yang mengatakan. “ulas Dahnil.(Bbg/Op)

Komentar