oleh

Soal Laporan FAM, Kajari Garut Sebut Ada Penyimpangan DD Simpang

kabartoday, Garut – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) datangi kantor Kejaksaan Negri (Kejari) Garut di Jl. Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut pada pekan lalu. Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan tentang perkembangan sejauh mana penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Garut.

Koordinator lapangang (Koorlap) FAM, Asep Nandang Sutisna menjelaskan, kehadirannya di kantor Kejari Garut tiada lain untuk mempertanyakan penanganan atas 14 point kasus yang telah dilaporkan pada waktu sebelumnya.

“Kita hanya mau tahu, sejauh mana perkembangan dalam penanganan kasus tersebut, yaitu Dugaan tindak pidana korupsi yang tengah terjadi di Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, “kata Asep.

BACA JUGA:  DLH Blitar Luncurkan Layanan Tinja Terjadwal dan Aplikasi Sedot Tinja

Melalui pesan singkatnya kepada Kabartoday.co.id, Selasa (16/7/2019), Asep mengatakan ada 14 kasus penyimpangan yang ditemukan dan sudah dilaporkan ke Kejari pada tanggal 21 Agustus 2018, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan atas laporan tersebut.

Sebelumnya kehadiran FAM disambut oleh Kepala Kejari (Kajari) Garut, Azwar, SH dan digelar audiens. pada audiens yang digelar di ruang kantor tersebut, Kejari didampingi oleh Kasi Intel (Dodi Wijaksana, SH), Kasi Pidum (Gatot, SH), Ketua Tim Jaksa penanganan kasus Desa Simpang, Kecamatan Cikajang (Afriza, SH), Kasi Pidsus (Dani Maninka, SH), Kasi BB (Adrian, SH) dan Fungsional (Dik Dik, SH).

BACA JUGA:  Mempertahankan Baliho Prabowo. Warga Cileungsi Bertahan Hingga Malam

Terkait dengan persoalan yang dilaporkan FAM tentang dugaan kasus tindak pidana korupsi di Desa Simpang, Cikajang Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Garut, Azwar, SH dalam audensinya menanggapi kasus yang dilaporkan oleh PAM.

“Setelah dilakukan penyelidikan atas 14 poin kasus yang dilaporkan tersebut terdapat 9 poin yang masuk dalam dugaan unsur tindak pidana korupsi (Tipikor), antara lain ada penyimpangan atau penyalahgunaan dari anggaran Dana Desa (DD), “papar Kajari.

BACA JUGA:  Video Seorang Pengendara Sepeda Keliling Kampung Ini Bikin Heboh

Untuk kasus tahun 2015 hingga 2018 sekarang ada14 point. Apabila ada penyimpangan silahkan laporkan kepada kami, dalam waktu dekat ini mungkin kami akan segera gelar perkara. Mohon sabar, “Pungkasnya.(Alam)

Komentar