oleh

Sosok Suriyanto Pelapor Eggi Sudjana Ternyata Ketum PWRI

Kabartoday, Jakarta – Pasca ditahannya pengacara senior Eggi Sudjana di Mapolda Metro Jaya tanggal 14 Mei 2019 lalu, terungkap identitas dan profesi pelapor.

Pelapor Eggi Sudjana yang awalnya disebut-sebut banyak media adalah Dewi Tanjung salah seorang Caleg dari PDI Perjuangan dapil Jawa Barat yang mengaku juga sebagai aktivis 98.

Dewi Tanjung yang katanya juga sebagai aktivis 98 ini tak seperti jiwa aktivis, konon seorang aktivis memiliki sifat yang jauh dari hal lapor-melapor, apalagi yang dilaporkan ini para tokoh reformasi. Sangat aneh?

Publik menilai, jika seseorang mengaku sebagai aktivis, maka orang tersebut melihat dari berbagai sisi. “Kalau aktivis murni gak sperti itu lah, aktivis itu beda, naah kalau aktivis suka melapor itu namanya informan alias cepu. “Sebut warganet yang sedang viral di sosmed terkait jiwa aktivis sebenarnya.

Terlepas dari siapa Dewi Tanjung bukan hal penting dalam pelapor yang menuduh Eggi Sudjana melakukan Makar dengan mengutarakan seruan people power untuk menolak kecurangan pemilu 2019, khususnya Pilpers.

BACA JUGA:  Kawal Visi Indonesia Jokowi - Mar'uf Amin, Lsm LIRA Bentuk LIRA Internasional Community ( LIC )

Konteks People power yang diutarakan kuasa hukum Eggi, Pitra Romadhoni Nasution adalah bukan sesuatu perencanaan maupun merencanakan pelaksanaan untuk menggulingkan pemerintahan yang SAH, tetapi konteks ucapan Eggi Sudjana adalah People Power atas kecurangan pemilu, dimana semua berada dalam koridor Calon Presiden (Capres).

“Darimana rumusan hukumnya bilang people power dikaitkan makar. Definisi Makar kan sudah jelas, bahkan pakar hukum Pidana Mudzakir juga telah gamblang mengulas apa itu Makar. Maka untuk itu, kami mewakili keluarga besar Eggi sekaligus kuasa hukumnya meminta Polisi segera bebaskan Eggi, karena tuduhan terhadap Eggi Sudjana soal Makar itu tidak ada unsur nya. “Ungkap Pitra saat dikonfirmasi Kabartoday.co.id terkait kondisi Eggi Sudjana di Sel Tahanan Mapolda Metro Jaya, Minggu (2/5/2019).

Mengulas siapa sebenarnya pelapor Eggi Sudjana? Publik mulai melihat ada nama Suriyanto. Pasalnya ternyata surat panggilan pemeriksaan Eggi Sudjana di penyidik Polda Metro Jaya bukan laporan Dewi Tanjung,

BACA JUGA:  KGP Singgung Paradigma Militer Oknum Polisi Aniaya Zaenal Hingga Tewas

Eggi dipanggil penyidik Subdit Kamneg Diskrimum Polda Metro Jaya, Jln. Jend. Sudirman No. 55, Jaksel, tertulis atas laporan Suriyanto sesuai LP No: B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 terkait statement Eggi Sudjana seruan People Power.

Mungkin kalangan pers sudah tidak asing lagi dengan nama Suriyanto. Sosok Suriyanto baru diketahui ketika wartawan Kabartoday.co.id menelisik lebih dalam berkas laporan dirinya ke Mapolda Metro Jaya terhadap Eggi Sudjana.

Diketahui Suriyanto yang melaporkan Eggi Sudjana ternyata berprofesi sebagai wartawan dan menjabat ketua umum organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI).

Dalam hal ini rekan-rekan seprofesi menilai jika Suriyanto masuk ke dalam tim sukses maupun relawan salah satu paslon capres, sebaiknya ia menanggalkan profesi kewartawanannya dan melepas jabatannya sebagai ketua umum organisasi kewartawanan PWRI terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Polda Jatim Gelar Gebyar Expo Barang Bukti 2019, Polres Gresik Dapat Apresiasi

Meski ramai disebut Suriyanto pelapor Eggi Sudjana adalah orang yang mengaku sebagai relawan Jokowi-Ma’ruf Amin (Jokma), namun umat pers memandang apa yang dilakukan Suriyanto sudah menyalahi kode etik Profesi kewartawanan.

Selain itu, melalui penelusuran jejak rekam Suriyanto, media ini juga menemukan status dan komen-komen di sosial media melalui FB nya, bahwa Suriyanto pernah menggaungkan seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin paslon capres 01 beberapa bulan lalu, namun ketika di cek kembali, status seruan tersebut telah dihapus oleh dirinya.

Tentunya seruan Suriyanto tersebut telah dianggap juga melanggar kode etik profesi, bahwa netralitas dirinya sebagai ketum PWRI kembali dipertanyakan.

Hasil temuan tersebut kemudian di diskusikan di kantor sekretariat bersama (Sekber) Majelis Pers (MP) yang berada di gedung Dewan Pers, Jl. Raya Kebon Sirih, No.32-34 Lt. 5, Jakarta Pusat pada pekan lalu.(Op/red)

Komentar