oleh

Sri Mulyani Tegaskan Anggaran Dana Desa Bukan Untuk Kepala Desa

Kabartoday, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Tiga Menteri di Palembang kembali menegaskan pentingnya peruntukan dana desa. “Dana Desa adalah dana rakyat. Jadi Dana Desa bukan untuk Kepala Desa dan Aparat Desa,”ucap Sri Mulyani seperti dikutip dari akun [email protected], Jumat 28 Februari 2020.

Sri Mulyani juga menyebutkan pentingnya alokasi dana desa untuk upaya mengentaskan kemiskinan desa tertinggal. “Gunakanlah untuk menurunkan kemiskinan, perbaikan layanan kesehatan dan infrastuktur disetiap desa,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bertema Percepatan Penyaluran Dana Desa se-Provinsi Sumatera Selatan.

Ia pun menjelaskan, Dana Desa dalam kurun waktu lima tahun pertama, atau sepanjang 2015 hingga 2019 telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, hal ini terlihat dari semakin banyaknya infrastruktur pedesaan yang telah dibangun dari Dana Desa.

BACA JUGA:  Survei Nasional, Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2018

Infrastruktur itu di antaranya berupa 231,7 ribu km jalan desa, 1.327 km jembatan desa, 10,4 ribu unit pasar desa, 4.859 unit embung desa, 30,1 ribu unit Posyandu. Selain itu ada 993,7 ribu unit sarana air bersih, 339,9 ribu unit MCK, 11.599 unit Polindes, 59,6 ribu unit PAUD, dan 36,2 juta unit drainase.

Mulai tahun 2020 ini, Sri Mulyani menyebutkan Dana Desa akan diterima langsung oleh Desa karena penyaluran Dana Desa dari rekening pusat ke Rekening Kas Umum Daerah dan dari RKUD ke Rekening Kas Desa dilakukan bersamaan. Semua transaksi penyaluran dilakukan oleh Kantor Perbendaharaan/KPPN setempat setiap minggunya dengan persyaratan yang lebih sederhana.

BACA JUGA:  Indonesia Adil Makmur Akan Tetap Ada Demi Tercapainya Pasal 33

Dirinya meyakini dengan mekanisme ini, Dana Desa akan lebih cepat diterima desa dan tanpa menunggu, hingga semua desa siap menyalurkannya. “Saya sering mendengar waktu itu banyak desa yang mengatakan ‘Bu, Desa saya sudah selesai, bagus, laporan, bagus, tapi dananya belum disalurkan karena menunggu desa lainnya yang belum selesai’. Maka mulai sekarang setiap desa tidak perlu menunggu desa lainnya, “ucapnya.

Dengan kinerja cepat dan bagus, APBDes diharapkan bisa segera selesai, maka pemerintah pusat akan langsung menyalurkan tanpa menunggu desa-desa yang masih belum selesai. Terlebih Sri Mulyani mengulas tujuan awalnya untuk memacu perkembangan perekonomian pedesaan, agar desa yang tertinggal bisa mengejar, bukannya yang bagus menunggu yang tertinggal.

BACA JUGA:  Ribuan Mahasiswa Kepung DPR RI dan Minta Pertanggungjawaban Jokowi

“Sekarang ini pemerintah mengalokasikan atau melakukan pencairannya dimajukan ke depan, di mana 40 persen langsung transfer di depan. Jadi tahun ini akan dilakukan tiga kali transfer, yaitu 40 persen, 40 persen, dan 20 persen. “Jelasnya.

Sri Mulyani menekankan Dana Desa yang memiliki tujuan mulia berperan penting guna penyelarasan petumbuhan pembangunan yang merata, “jadikan lebih efisiensi, efektivitas, produktivitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai landasan kita dalam mengelola Dana Desa untuk kesejahteraan masyarakat, “pungkasnya.[]Tom

Komentar