oleh

Sudah Bergaji Ratusan Juta, Masih Korupsi Dirut BUMN Ini Disebut Greedy (Rakus)

Kabartoday, Jakarta,- Sudah Bergaji Ratusan Juta, Masih Korupsi Dirut BUMN Ini Disebut Freedy (Rakus),- Sudah Bergaji Ratusan Juta, Masih Korupsi Dirut BUMN Ini Disebut Freedy (Rakus),- Direktur Teknologi dan Produksi PTKrakatau Steel (Persero) Tbk, Wisnu Kuncoro, resmi ditetapkan KPK menjadi tersangka. Wisnu ditangkap karena diduga menerima suap dari pihak swasta untuk pengadaan barang dan jasa anggaran 2019.

Sebagai Direksi BUMN, Wisnu bergaji besar. Mengutip laporan tahunan emiten berkode KRAS untuk kinerja tahun 2017 yang disampaikan pada 2018 lalu, total gaji seluruh direksi dalam setahun adalah Rp 11,4 miliar. Selain itu, direksi juga mendapatkan tunjangan Rp 2,4 miliar dan asuransi purna jabatan Rp 2,5 miliar. Total remunerasi untuk seluruh direksi BUMN produsen besi baja itu dalam setahun, mencapai Rp 16,3 miliar.

Adapun jumlah direksi di manajemen Krakatau Steel sebanyak 6 orang. Sehingga rata-rata penghasilan yang diterima setiap anggota direksi KRAS yakni sebesar Rp 2,7 miliar per tahun atau Rp 226,4 juta per bulan. Dengan kata lain, pendapatan per bulan Wisnu sekitar Rp 226,4 juta.

BACA JUGA:  Warga Perumahan Legenda Wisata Mengungsi Akibat Pembangunan Rumah Mewah

Lalu mengapa Wisnu tetap tergoda menerima suap?

Foto: Rhenald Kasali dok.

Pakar Manajemen dan juga Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengatakan dengan gaji besar kebutuhan para direksi BUMN sebenarnya sudah terpenuhi dengan baik. Karena itu, dia melihat suap yang diterima Wisnu Kuncoro bukan karena didesak kebutuhannya.

“Jadi korupsi itu di kalangan eksekutif bukan karena kebutuhan, sebab kebutuhan mereka sudah terpenuhi. Jadi, lebih karena faktor greedy (rakus). Korupsi itu ada dua karena by need seperti di rakyat bawah itu misalnya tukang parkir dia dapat berapa, setor cuma 50 persen. Tapi kalangan yang dibidik KPK ini karena mereka korupsi atau greedy, bukan fungsi dari pendapatan atau gaji,” kata pria yang juga Komisaris Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu Minggu 24/3.(ann)

BACA JUGA:  Fase Masa Transisi 5 Taman di Jakarta Selatan Resmi Dibuka

Komentar