oleh

Surat Terbuka Untuk Jokowi Singgung Hutang Negara Hingga Impor Tenaga Cina

Kabartoday, Jakarta – Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentunya mengkritisi dan mengemukakan pendapat adalah bagian dari Hak WNI yang diatur dalam UUD’45.

Begitu juga dengan surat terbuka yang ditulis seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dan juga sebagai pengamat hukum dan politik, Mr. Kan.

Ia menulis ada delapan (8) pertanyaan besar untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Begini surat terbukanya;

Dengan hormat,

Melalui surat terbuka ini, saya sebagai rakyat Indonesia atau Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal danenetap di DKI Jakarta, serta taat hukum dan cinta akan tanah air di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ingin memohon izin untuk mengajukan delapan (8) pertanyaan besar kepada bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang terhormat. Pertanyaannya sebagai berikut di bawah ini:

1). Anggaran Negara terus berkurang, dan malahan hutang Negara terus bertambah, hingga saat ini total hutang Indonesia berjumlah sekitar Rp 10.000 triliun.

Apakah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim POLRI di dalam sistem dan pelaksanaan sudah mewujudkan cita-cita Nasional yang sebagaimana mestinya dalam menjerat pada koruptor dan penyalahgunaan wewenang jabatan hingga Negara Indonesia dibuat seperti ini?

BACA JUGA:  Peletakan Batu Pertama Gedung Polres Metro Bekasi Kota

Apakah pengelolaan keuangan negara di tingkat pusat dan di tingkat daerah sudah terbuka secara keseluruhan dan dikelola dengan maksimal baik serta berhati-hati?

Apakah sudah mengumumkan apa saja dampak buruk yang terjadi dengan posisi keadaan utang yang sudah menggunung?

Apakah sudah mengumumkan apa saja dampak buruk yang akan terjadi apabila suatu hari negara gagal bayar utang?

Apakah sudah mengumumkan siapa saja yang harus bertanggung jawab apabila suatu hari negara gagal bayar utang?

Apakah sudah ada persiapan bagaimana caranya dan dengan apa serta kapan untuk melunasi utang negara?).

2). Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kurang memadai, kenapa Indonesia impor pekerja asing, Apakah bangsa ini tidak layak dan tidak memiliki SDM yang mumpuni, atau setidaknya ada upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan SDM lokal secara maksimal?

BACA JUGA:  Terima Kasih Diaspora Indonesia, KPU Harus Evaluasi Total

3). Segala bahan pangan tidak cukup, perlukah impor segala bahan pangan?Apakah sudah berupaya maksimal agar mampu swasembada pangan sesuai janji kampanye bapak Jokowi di tahun 2014?

Apakah petani sudah diberikan lahan yang cukup dan dukungan modal serta kemampuan yang cukup?

4). Tiket mahal dampaknya maskapai sepi dan merugi, kok bisa? Apakah itu salah satu trik agar pemerintah mengndang maskapai asing masuk ke dalam negeri.

Apakah bangsa ini sudah berupaya memperbaiki perekonomian negara dan bangsa agar harga tiket pesawat dapat seimbang dengan kemampuan penumpang (rakyat)?

5). Apakah ketiga lembaga negara serta lembaga keempat (pilar demokrasi): LEGISLATIF, EKSEKUTIF, YUDIKATIF dan media massa di dalam sistem dan pelaksanaannya sudah maksimal berjalan sesuai dengan yang sebagaimana mestinya?

6). Mengapa mata uang rupiah terus melemah hingga hari ini Rp 14.328? Bagaimana caranya agar dapat menekan kurs dollar hingga di bawah Rp 10.000 sesuai dengan pandangan dan prediksi seorang Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih pada tanggal 23 Februari tahun 2014 yang menyampaikan, bahwa kalau Jokowi terpilih jadi Presiden maka dollar AS akan di bawah Rp 10.000?

BACA JUGA:  Indonesia Muda Tolak Dwi Fungsi TNI

7). Mengapa perekonomian atau keuangan negara terus melemah dan mengalami kemerosotan? Apa langkah dan target selanjutnya agar neraca perdagangan negara tidak terus menerus mengalami defisit hingga puluhan triliun rupiah per bulan dan ratusan triliun per tahun serta bagaimana langkah dan target selanjutnya agar perekonomian atau keuangan negara dapat kembali menguat?

8). Mengapa pertumbuhan ekonomi hanya 5,17% saja yang jauh dari target Nasional? Bagaimana dan apa saja langkah selanjutkan agar target pertumbuhan ekonomi dapat sesuai dengan cita-cita Nasional?

Demikian surat terbuka ini di buat demi dan agar kedepannya bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat menjadi negara yang maju dan makmur.

“Saya sangat berharap bapak Presiden Joko Widodo dapat memberikan jawabannya atas pertanyaan yang saya ajukan ini sesuai kebijaksanaannya bapak. “Tutup Mr. Kan.(editor.Op)

Komentar