oleh

Survei Kompas Selisih 11,8%, Meski INES Sebelumnya Luncurkan 50,2% Untuk Prabowo, 27,7% Untuk Jokowi

Kabartoday, Jakarta – Waketum Gerindra, Fadli Zon menyebut paslon nomor urut 02 telah mampu merebut hati dan pikiran rakyat Indonesia. Hal itu diperjelas dengan munculnya survei Litbang Kompas yang menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya selisih 11,8 persen.

Menurut Fadli, winning hearts and minds, Prabowo-Sandi itu memenangkan hati dan pikiran masyarakat. “Kita bisa melihat bagaimana masyarakat Indonesia yang sudah cerdas menilai pada pilihannya, ini winning hearts and mind. “kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Banyak janji Jokowi yang bablas dan penuh trik-intrik sehingga belum dituntaskan. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab elektabilitas Jokowi semakin menurun, berbeda dengan Prabowo yang elektabilitasnya terus mengalami kenaikan.

BACA JUGA:  KJS Ragunan Bugar Ajak Emak - emak Milenial Senam Kebugaran

“Masyarakat butuh nakhoda baru, butuh penyegaran dan butuh sosok pemimpin yang tegas membela rakyatnya, itu semua ada di diri Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. “Ucap Fadli.

Fadli juga menilai saat ini kondisi ekonomi negara semakin tak menentu, dan rakyat dibuat bingung oleh kebijakan-kebijakan Jokowi.

Hal yang mencenangkan, Litbang Kompas merilis hasil survei terbaru elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019.

Bahkan disebutkan, sebulan sebelum hari pencoblosan, hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.

Pemimpin Redaksi Kompas, Ninuk mengakatakan bahwa survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

BACA JUGA:  Lagi-Lagi Laporan KAMAH Ditolak Bareskrim Mabes Polri

“Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. “Kata Ninuk.

dikabarkan, survei Litbang Kompas rencananya akan dikeluarkan secara berseri hingga Sabtu (23/3/2019). Ninuk juga menjamin tidak ada hal-hal yang disembunyikan dari pelaksanaan survei ini.

Sementara Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menyatakan, meski tetap optimis mendapat kemenangan, TKN Jokowi-Ma’ruf menilai hasil survei itu berbeda dengan survei yang lain.

“Prediksi kami dengan antusiasme masyarakat, kami optimis menang telak di pilpres ini,” kata Abdul Kadir pada wartawan, Rabu (20/3/2019).

BACA JUGA:  Raih 126 Point, Kecamatan Teluk Nibung Raih Juara Umum MTQN Ke 51 Kota Tanjungbalai

Soal survei Kompas, Kadir mengkritik pedas, ia menilai Kompas tidak sama dengan hasil survei kebanyakan lembaga survei nasional.

“Mana mungkin, survei lainnya saja menerangkan posisi Jokowi-Ma’ruf Amin seperti di versi SMRC, bahwa Jokowi unggul 57,6 persen, sementara Prabowo hanya 31,8 persen. “Kritik Kadir.

Meski sebelumnya Indonesia Network Election Survey (INES) meluncurkan hasil survei elektabilitas calon presiden.

Menurut survei INES, elektabilitas Jokowi hanya 27,2 persen. Sementara elektabilitas Prabowo mencapai 50,2 persen.

Analisis INES menunjukkan ada ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi – JK.

Direktur INES Oskar Vitriano menyatakan, akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah, suara Jokowi pun berpindah kepada Prabowo Subianto.(Op/red)

Komentar