oleh

Suta Yakini Pemeriksaan Kalapas Polewali Clear

Kabartoday, Jakarta – Pemeriksaan atas kebijakan syarat Pembebasan Bersyarat (PB) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang menuai polemik sampai dengan petang terus berlangsung. Minggu (7/7/2019).

Menurut Presidium Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI) Hans Suta, pemeriksaan yang dimulai pukul 11 hingga pukul 19.22 malam clear dan jangan di politisir.

“Wajar bila kebijakan tersebut menuai polemik hingga penolakan. Sebab, ia mengakui ada pihak-pihak yang tak ingin agama Islam punya pengaruh kuat di Lapas. “Kata Suta di Jakarta, Senin (8/7/2019).

BACA JUGA:  Sorong Membludak... Eggi Sudjana Tampil Smart Bersama Sandiaga Uno

Suta menyebut syarat itu membuat enggak nyaman sebagian pihak mungkin saja. Karena dikhawatirkan akan ada Islamisasi Lapas.

Sebelumnya, statment Menkumham Yasonna H Laoly yang menyatakan ketika wajib baca Alquran diterapkan sebagai syarat pembebasan itu melampaui kewenangan kalapas.

Yasonna pun menonaktifkan Kepala Lapas Kelas IIB Polman Haryoto yang menerapkan aturan wajib membaca Alquran bagi narapidana Islam yang menjalani pembebasan bersyarat. Aturan yang diterapkan tersebut ternyata berujung polemik dan menjadi pemicu kerusuhan di sana.

BACA JUGA:  Reskrim Polsek Balaraja Lumpuhkan Pelaku Curas

Yasonna menilai aturan baru yang diterapkan di Lapas Polewali Mandar terkesan memaksakan. Sebab, narapidana yang telah memenuhi syarat secara undang-undang seharusnya bisa bebas.

“Pertanyaannya adalah, apakah Pembinaan karakter building tidakkah tercakup dalam syarat pembebasan?! “Tanya Suta.(Hsw/Op)

Komentar