oleh

Tak Kantongi Izin, ‘Esek-Esek’ Berkedok Pijat Tradisional Marak Di Bekasi

KabarToday, BEKASI – Di masa gencar-gencarnya pemerintah pusat melalui pemerintah daerah, baik provinsi/kota/kabupaten untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19, justeru salah satu pelaku pengusaha pijat tradisional diduga melakukan servis ‘plus-plus’. Lokasi pijat tradisionil sekaligus servis ‘plus-plus’ yang lagi marak ini tepatnya ada di Daerah Kp Langkap Plancar, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Media ini mendapatkan bocoran dari Uwa, salah satu wakil dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) PAC Kecamatan Serang Baru. Kepada media ini, Uwa membenarkan adanya usaha pijat tradisionil di wilayahnya.

“Benar ada anggota saya melaporkan aktivitas usaha pijat tradisional di wilayah saya. Kebetulan saya orang Serang Baru, tepatnya di jalan raya Serang-Cibarusah Kp Langkaplancar, ada indikasi tempat tersebut melayani servis ‘plus-plus’,” ujar Uwa, kepada media ini, Senin, (5-10-20).

BACA JUGA:  Screning dan Tes Urine, Wujudkan SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi 'Bersinar'

Masih kata Uwa, ketika anggota Ormas GRIB mengkonfirmasi ke tempat tersebut terkait legalitas dari usaha tersebut, YN anak buah yang bersangkutan mengaku tidak memiliki izin, namun masih dalam pengurusan. Itupun yang bersangkutan tidak menghargai kita sebagai sosial kontrol,” bebernya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satgas Covid-19 sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan cara penanggulangan penyebaran Covid-19 dengan cara Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker (3M), bahkan menindak pelaku pelanggaran melalui Operasi Yustisi berupa teguran keras bahkan denda administratif.

BACA JUGA:  PN Banyuwangi Terapkan E-court, Wujudkan Peradilan Sederhana dan Biaya Ringan

Di waktu yang sama, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, “YN” pemilik usaha pijat tradisional tersebut, terkait berapa lama usahanya berjalan dan izin dari legalitas usahanya ? YN tidak merespon, bahkan memblokir nomor wartawan media ini.

“Kalau memang usaha tersebut belum mengantongi izin resmi, tidak mematuhi protokol kesehatan, dan merugikan lingkungan serta ada dugaan melakukan transaksi Esek-Esek di dalamnya, saya minta pihak terkait khususnya Pak Camat Subarnas, melalui Kasi Trantib untuk menindak tegas usaha tersebut, ” tegas Uwa. (tom)

Komentar

News Feed