oleh

Tak Mampu Layani 10 Pria Hidung Belang, Gadis Ini Rekrut Empat Teman Lainnya

Kabartoday, TULUNGAGUNG – Benar benar memprihatinkan apa yang terjadi pada NA (14), warga Tulungagung ini. NA sendiri merupakan salah satu dari empat korban kasus trafficking, yang awalnya ditangkap sebagai perekrut wanita lainnya dan akan dijadikan pelayan warung kopi. Kepada polisi, gadis belia ini memberikan pengakuan mengejutkan.

Awalnya NA mengaku juga menjadi korban trafficking. Namun, dia tidak kuat melayani puluhan pria hidung belang yang tiap hari mampir ke warungnya.

“Keempat korban yang kami amankan ini salah satunya adalah perekrut. Namun pada perkembangannya, ternyata dia merupakan korban juga,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Tri Wahyono, Selasa (6/8/19) siang.

Menurut AKP Hendro TW, informasi adanya perekrutan beberapa cewek di bawah umur itu diterima kepolisian sejak Jumat (2/8/19) lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengetahui dan memastikan para korban dibawa naik mobil menuju Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek.

BACA JUGA:  Delapan Rumah Kampung Beting Di Lahap Si Jago Marah 

Polisi pun langsung bertindak. Mobil yang ditumpangi para korban itu dihadang di tengah jalan.

“Petugas kita lalu mengamankan semuanya,” ungkap AKP Hendro.

Dalam pemeriksaan, dua orang diketahui merupakan otak perekrutan cewek-cewek di bawah umur itu. Yakni SL (35), beralamat di Desa Bungkoro, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang merupakan pemilik Kafe Talenta di Pantai Prigi serta SU (30), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

“Pelaku SL inilah yang meminta NA untuk merekrut korban lainnya. Selain menjadi pelayan di kafe itu, korban dijanjikan bisa bekerja sebagai pekerja seks komersial karena NA ini awalnya kerja sendiri dan tidak kuat melayani banyak pelanggan tiap hari,” beber AKP Hendro.

Kepada polisi, NA mengaku setiap hari bisa melayani sepuluh pria hidung belang. Karena tak kuat, NA mencari teman untuk ikut melayani pelanggan yang datang agar kerjanya lebih ringan.

BACA JUGA:  Pemkab Garut Akan Lelang 10 Miliar Untuk Pekerjaan Dua Gedung Pasar

“Kemudian NA berhasil membawa dua teman berusia 15 dan 16 tahun,” tambah Kasatreskrim AKP Hendro.

Selain itu, polisi juga mengamankan seorang korban lain bernama NP (20). NP sendiri telah direkrut sebelumnya dan diketahui sudah bekerja selama empat hari.

“Selama empat hari itu dia mengaku sudah menemani dan melayani lelaki hidung belang. Bahkan dari pengakuannya, sempat tak dibayar empat kali oleh pelanggannya,” papar Kasatreskrim Hendro.

Di hadapan penyidik, NA mengaku mengenal para korban lainnya melalui media sosial dan ada yang tengah mencari pekerjaan.

“Pencari kerja ini sudah bekerja di kafe Tulungagung. Setelah ditawari, mau untuk dibawa ke Trenggalek. Sebenarnya ada dua lagi yang mau ikut. Namun dua orang itu tidak diperbolehkan keluarganya,” ujar AKP Hendro.

BACA JUGA:  Aksi Puluhan Orang Menolak Rocky Gerung, Neno dan Haekal Hasan Masuk NTB

Polisi juga telah mendatangi kafe tempat NA bekerja. Selain memasang police line, polisi juga menemukan satu bilik kecil di belakang kafe dengan kondisi yang sempit dan kotor. Bilik itulah tempat “main” antara si hidung belang dan NA yang telah bekerja cukup lama di situ.

Atas perbuatan dua orang yang berstatus tersangka, yakni SL dan SU, polisi menerapkan Pasal 2 Ayat (1) RUU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Jika yang menjadi korban adalah anak atau masih di bawah umur, sesuai pasal 2, 3 dan 4, maka hukuman tersangka ditambah menjadi sepertiga dari hukuman yang diterimanya. (Nang) 

Caption : Dua orang korban trafficking saat di Mapolres Tulungagung

Komentar