oleh

Tak Patuhi Maklumatnya, Kapolri Harus Tindak Tegas Jajarannya

BanyuwangiToday – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi maklumat yang dikeluarkan Kapolri Idham Azis agar jajarannya tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa, sebagaimana himbauan Presiden Jokowi agar virus corona tidak makin menyebar. Seiring dengan maklumat tersebut, kapolri harus berani menindak tegas dan mencopot bawahannya yang bandel dan tetap melakukan kegiatan bersifat pengumpulan massa.

Dari pendataan IPW, ada dua kegiatan yang bersifat pengumpulan massa dilakukan pejabat polri pasca imbauan presiden. Pertama, Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan bagi bagi masker di Tanah Abang. Kedua, Kapolda Sulut melakukan kegiatan sepeda di Manado. IPW menunggu sanksi apa yang akan diberikan kapolri kepada kedua pejabat kepolisian itu. Soalnya keduanya adalah figur penting. Yang satu dekat dengan keluarga penguasa dan yang satu lagi adalah seniornya kapolri.

“Pertanyaannya, beranikah kapolri bertindak tegas pada mereka,” sergah Neta S Pane, selaku Ketua Presidium IPW, sebagaimana siaran pers yang dia kirim ke media ini, Senin (23/3/20).

BACA JUGA:  Cemarkan Nama Baik CEO PT 3D, Roman Sibuea Akan Dilaporkan Kepolisi

Seharusnya, setelah ada imbauan presiden yang ditindaklanjuti oleh maklumat kapolri, semua pihak, terutama jajaran polri mampu menahan diri untuk melakukan pencitraan yang mengumpulkan massa agar virus corona tidak makin menyebar.

“Dengan maklumat Kapolri ini, jajaran kepolisian mulai dari polsek, polres, polda, dan Mabes Polri harus aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Bagi masyarakat yang tetap nekad keluyuran ke kawasan kawasan terpapar virus corona, polisi harus mampu mencegah dan mengingatkannya,” papar Neta yang juga mantan jurnalis ini.

BACA JUGA:  Mendikbud Serahkan Rp 449.4 Miliar DAK Untuk Kabupaten Kampar

Memang sejauh ini tidak ada perangkat hukum yang bisa menghukum masyarakat bandel tersebut dan tidak perlu juga dibuat aturan hukumnya. Namun jajaran kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus terus menerus mengingatkan agar anggota masyarakat mengikuti imbauan presiden maupun maklumat kapolri.

“Persoalannya, jika jajaran kepolisian saja tidak patuh, seperti Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kapolda Sulut, bagaimana masyarakat mau patuh dengan maklumat kapolri. Untuk itu, kapolri harus segera melakukan terapi kejut segera mencopot anak buahnya yang bandel, yang tidak patuh pada imbauan presiden maupun maklumat kapolri,” tegas Neta. (HS) 

Komentar