oleh

Tampar Siswa Terlambat, Guru SMAN Kualuh Hulu Bakal Dipolisikan

Kabartoday, LABURA – Kembali Dunia Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tercoreng oleh karena Aksi main pukul salah seorang oknum Guru SMA Negeri 1 Kualuh Hulu, saat memberikan hukuman kepada Siswa yang terlambat masuk Sekolah.

Hal ini membuat Orang Tua dan seorang Murid terpaksa harus melangkah membuat Pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Labura, Selasa (16/4/2019).

Sebelumnya, sesuai keterangan dari BOD (15) Siswa Kelas 11 IPA 1 SMA Negeri 1 Kualuh Hulu didampingi Orang Tuanya B Hasibuan, Senin (15/4/2019) Pukul 7.30 WIB kepada Wartawan mengatakan, dirinya terlambat masuk Sekolah. Dan saat itu Bu Galung memarahi BOD dan langsung menampar.

BACA JUGA:  Warga Desa Lumahpelu Siap Demo Desak Bupati SBB Copot Penjabat Kades

Selanjutnya, Bu Galung menyuruh BOD untuk mengutip sampah yang berserakan, sehabis itu disuruh lagi mengutip sampah ditempat lain, BOD pun mengeluh dan mengatakan, “Bu Orang itu pun suruh juga lah jangan aku saja”, sebut BOD dengan menghunjuk Murid lainnya yang juga terlambat.

Respon Bu Galung langsung emosi dengan mengatakan, “Ayah mu atur, jangan Aku atur !!” teriak Bu Galung sambil menampar pada bagian Pipi dan memukul Perut BOD secara membabi buta, jelas BOD kepada Awak Media menirukan ucapan Bu Galung.

“Bahkan Handphone Bu Galung jenis Android sampai terjatuh saat menampar Pipi dan Perut Ku”, terang BOD.

BACA JUGA:  Dikawal Satpol-PP Pengadilan Agama Cibinong Eksekusi Lahan Yang Dimenangkan Asiah Binti H. Nuin Cs

Saat Bu Galung di konfirmasi melalui Nomor Selulernya, Bu galung mengatakan, dia sedang di Central Food.

Dan saat Awak Media ini menyambangi tempat yang dimaksud, Bu Galung mengatakan, agar di Sekolah saja dikonfirmasi.

“Karena kejadiannya di Sekolah, jadi di Sekolahlah nanti dikonfirmasi”, kata Bu Galung.

Selanjutnya Bu Galung Diam dan tidak memberi jawaban, atas pertanyaan Wartawan tentang kronologi kejadian.

Saat Awak Media ini bertanya “Apa kekerasan atau pemukulan terhadap anak dibenarkan bu ?”, Bu Galung menjawab tidak Pak dan kembali bungkam.

Ketua KPAID Kabupaten Labura Ahmad Ardiansyah Harahap SH saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa ada seorang Anak Murid didampingi Orang Tuanya membuat Laporan ke Kantor KPAID, Selasa (16/4/2019).

BACA JUGA:  Kontijensi Covid-19, Asops Kapolri Minta Polda Maluku Deteksi Dini Dampak Keamanan

Namun, Ahmad belum mau berkomentar banyak, hanya mengatakan, bahwa pihaknya hanya memperjuangkan Hak Anak.

“Kita disini memperjuangkan Hak Anak”, jelasnya singkat.

Kepada Wartawan saat dikonfirmasi, B Hasibuan Orang Tua BOD terlihat sangat kesal dan berencana akan membawa hal ini keranah Hukum.

“Karena besok Pemilihan Umum, jadi Saya tunda”, ucapnya.

Pihaknya selaku Orang Tua Murid menyayangkan adanya Aksi Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, karena Sekolah itu adalah Lembaga Pendidikan. (Okta/Bunan).

Komentar