oleh

Tatang Kecewa, Vivi Nathalia Diputus Hukuman 2 Tahun Percobaan

Kabartoday, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Jakarta Barat memutus bersalah Vivi Nathalia (42) seorang guru piano atas pelanggaran UU ITE. Putusan hakim tersebut menjadi kekecewaan Tatang yang diyakini sebagai korban sekaligus pelapor atas kasus tersebut. Pasalnya Vivie hanya dputus 1 tahun penjara oleh Hakim disidang putusannya yang di gelar di PN Jakarta Barat, Jl. S. Parman, Palmerah, Kamis (13/2/2020) lalu.

Sebagaimana putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, Vivi Nathalia dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan, melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, penghinaan, fitnah dan pengancamam, sehingga dihukum 1 tahun penjara. Namun tidak ditahan dan sebagai gantinya masa percobaan 2 tahun.

Dihadapan wartawan, Tatang (52) bertemu dengan Jaksa Mardiana Yolanda Silaen, SH. MH, ia meminta langsung banding, Tatang agak kecewa, putusan Hakim terhadap hukuman Vivi tidak di tahan, “sangat kecewa hukuman 2 tahun hanya percobaan, dan tidak ditahan. Sedangkan kasus pencemaran nama baik lainnya dengan bukti satu lembar saja dihukum dan dipenjara. “Kata Tatang di PN Jakbar.

BACA JUGA:  Persiapan LPTQ Jelang MTQ ke 50 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2019

Tatang juga mengklaim telah memiliki ratusan lembar bukti-bukti, rekaman CCTV, audio, dan perjanjian akta notaris. Ia menyebut jumlah barang buktinya banyak sekali. Bahkan Tatang menyakini Vivi yang telah mencemarkan nama baiknya adalah delik aduan yang sarat harus singgah di hotel prodeo.

“Ini kasus pidana murni, delik aduan yang jelas. Kasus ini adalah pencemaran nama baik dengan bukti paling banyak di Indonesia sampai saat ini. “Ujarnya.

Dalam putusan Majelis Hakim, Vivi secara sah yang meyakinkan, terbukti memposting kalimat pada facebook dan group whatsapp dengan kata-kata tidak pantas. Vivi telah lakukan penghinaan, bodyshaming bahkan terdapat unsur pengancaman yang ingin menghancurkan hidup Tatang.

Salah satu postingan Vivi di sosial media: “Kalo g minta tolong mereka, lo dijamin viral se Indonesia, dan lo gak bakalan bisa cari makan disini lagi Bro! “g bakal pake segala koneksi & kekuatan yg g punya buat hancurin mata pencaharian & hidup lo!”, “g adalah Ratu Tega”, “saya dengan segala senang hati akan memperlakukan anda seperti binatang”, “gw jenggut rambut nya sampe jatoh”, “g sepak mukanya pakek tendangan bayangan”. “Iya ular walau udah ganti kulit berkali kali tetap ular”, “belalang pencuri harta!”, “Gak bermoral , pembohong & sampah masyarakat!” “Bantu share biar gak ada korban lainnya!”, “Tolong share sebanyak banyaknya”

“Ko Andy punya uang, g pun punya uang. Lo tau kan the power of money?, “G bisa hire pengacara terbaik untuk jeblosin lo ke penjara”.

Vivi juga tidak dapat membuktikan tuduhannya bahwa Tatang dituduh sebagai perampok, penipu, mencuri/menggelapkan uang perusahaan, punya banyak wanita simpanan, mengambil mobil Fortuner, Pajero, Kuda, Camry dan meminta suaminya untuk menandatangani blanko perjanjian.

BACA JUGA:  KGP Bandingkan Jerat Hukum Antara Bandar Narkoba, Teroris dan Koruptor

Tatang dengan tegas membantah semua tuduhan itu, tidak pernah ada putusan pengadilan yang membuktikan bahwa tuduhan ini benar. Tatang menantang Vivi Nathalia untuk membuktikan tuduhannya di atas pada Pengadilan yang akan datang. “Jadi tuduhan-tuduhan yang dilomtarkan Vivi ke saya adalah FITNAH. “Tegas Tatang.

Sebelumnya dalam persidangan, Vivi beralasan postingan pada facebook adalah curhat atau kebebasan berekspresi sekalipun terdapat kata-kata yang menghancurkan martabat dan mata pencaharian orang lain, namun hal ini tidak dapat dibenarkan.

BACA JUGA:  LMP Lampung Timur Kecam Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit Langgar Perda

Selain itu Vivi juga terbukti memposting hal-hal negatif di toko online milik Tatang, sehingga tokonya menjadi sepi dan Tatang saat ini kesulitan mencari mata pencaharian.

Bahkan Tatang dengan kondisi fisiknya yang kurang beruntung memakai dua tongkat karena kena polio, di bully oleh Vivi dengan kalimat menghina dan merendahkan martabatnya. “kasihan karena sodaranya gak bakalan bisa kerja ke org lain karena cacat (polio)”, “Orangnya cacat kok ditendang juga nyungsep”.

Tatang meminta jaksa supaya banding dan masih berharap keadilan lebih lanjut. Tatang agak kecewa karena Vivi tidak di tahan.[]Op/red

Komentar