oleh

Tawaran Jokowi Bagi-Bagi Jabatan ke BPN Bentuk Opini Mengubur Fakta TSM

Kabartoday, Jakarta – Calon Presiden (Capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) sibuk membentuk framing opini dengan memberikan banyak tawaran ke tim BPN Prabowo-Sandiaga dan sejumlah partai koalisi, hal itu tentunya menjadi isu panas dan dinilai warganet hanya sebagai penggiringan opini saja.

Batak modern ngetweet soal Jokowi bagi-bagi jabatan sebelum adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah dianggap kepanikan yang sangat mengkuatirkan. Ia nge-tweet tertanggal 6 Juni 2019.

Dalam cuitannya, pemilik akun batak modern menulis lima (5) poin yang menurutnya fakta kekalahan Jokowi mengubur kecurangan Pilpers 2019 yang Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM).

Ia mencuit;

1). Jokowi sibuk menawarkan Menteri kepada tokoh-tokoh BPN, itu harus dimaknai bahwa jokowi sedang membentuk opini publik seolah dia adalah pemenang Pilpers.

Usaha Jokowi mengubur fakta sebenarnya dia pihak yang kalah di Pilpers.

Mengubur fakta telah terjadi kecurangan TSM.

2). Apakah rakyat sudah melupakan raut wajah penuh kecewa yang ditunjukan Jokowi, Mega dan tokoh-tokoh TKN usai menyaksikan langsung hasil QC sesaat setelah menyaksikan penghitungan suara di TPS se Indonesia selesai dilakukan?

Apakah rakyat lupa manipulasi hasil QC Pilpers 2019?

3). Apakah rakyat Indonesia sangat mudah ditipu oknum2 bejat laknat perampok kedaulatan rakyat?

Mereka sejak 17 April 2019 terus menerus membentuk opini agar mereka percaya terhadap hasil pemilu/Pilpers yang di manipulasi.

4). Tidak ada faktanya Jokowi-Ma’ruf menang Pilpers 2019. Pemenang Pilpers adalah Prabowo-Sandiaga. Sama seperti 2014 lalu, pemenang Pilpers adalah Prabowo-Hatta. Apakah rakyat Indonesia ini sangat mudah jadi keledai dungu, menjadi korban penipuan dua kali pilpers?

5). Kengototan Jokowi menawarkan posisi kabinet pada tokoh-tokoh BPN adalah untuk mengunci hasil pilpers yang sudah dicurangi agar tidak bergeser sedikitpun.

Tawaran Jokowi ini jebakan buat BPN. Sama seperti pada desakan pertemuan Jokowi ke Prabowo.

Sebelumnya anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyebut bukan lagi rahasia soal tawaran kursi menteri dari Joko Widodo (Jokowi) kepada Partai Gerindra dan tim BPN.

BACA JUGA:  Keluarga besar alumni Akademi Kepolisian angkatan tahun 89 Batalyon Dharana Lastarya mendatangi Panti Asuhan Al Haq di Kalimantan Barat.

Gerindra kata Andre adalah salah satu partai yang perolehan suaranya cukup menjanjikan di parlemen jika dibandingkan dengan partai lain. Maka tak heran Jokowi berusaha mempererat hubungan dengan Partai yang diketuai Prabowo Subianto ini.

“Tawaran jabatan kursi menteri dari Jokowi itu sudah bukan rahasia umum lagi. Semua orang udah tau itu pihak sebelah menawarkan itu. Tapi kita tetap solid sesuai instruksi pa Prabowo saja. “kata Andre saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2019).(Op/red)

Komentar