oleh

Terbukti Quick Count Meleset, KAMAKH Desak Bareskrim Periksa Lembaga Survei

Kabartoday, Jakarta – Hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk wilayah Bengkulu terbukti pasangan Capres 02,Prabowo+Sandiaga menang dari Petahana.

Sesuai data 6.165 TPS di Bengkulu berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) KPU, Pemilu2019.kpu.go.id, pasangan Prabowo-Sandi unggul tipis dari Jokowi-Ma’ruf Amin.

Jokowi-Ma’ruf meraih 582,564 suara atau 49,87 persen. Sementara, Prabowo-Sandiaga 585,521 suara atau 50,13 persen. Selisih suara keduanya adalah 2.957.

Ungggulnya pasangan Prabowo-Sandiaga di Provinsi Bengkulu, menandakan angka tersebut berbeda dengan hasil hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei. Hal itu dikatakan Kuasa hukum Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoax (KAMAKH), Pitra Romadhoni Nasution, di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Pitra menilai sejumlah lembaga survei telah menipu masyarakat Indonesia, dengan melesetnya dalam hitung cepat (quick count) mereka 17 April 2019 hingga beberapa hari kebelakang pasca pencoblosan.

“Itu bukti nyata, sejumlah lembaga survei merilis pasangan Prabowo-Sandiaga kalah di Provinsi Bengkulu, tetapi faktanya menang hasil penghitungan KPU. “Kata Pitra.

BACA JUGA:  KPK Akan Pasang Alat Perekam Transaksi di Sidoarjo Dalam Upaya Transparasi Penerimaan Pajak

Lebih lanjut ditegaskan Pitra, itu baru satu Provinsi Bengkulu, kemungkinan ada beberapa provinsi lainnya yang juga dibuat oleh sejumlah lembaga survei dengan kejadian yang sama.

“Saya yakin bukan hanya provinsi Bengkulu saja, kemungkinan masih ada beberapa provinsi yang sama seperti Bengkulu. Itu artinya sejumlah lembaga survei tersebut telah menyebarkan kebohongan publik dan menyebabkan kegaduhan rakyat Indonesia, “Ucap Pitra.

Pitra juga mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk segera periksa sejumlah lembaga survei tersebut, “Yaaa kami akan desak dan minta Bareskrim Mabes Polri untuk segera periksa sejumlah lembaga survei tersebut yang dinilai telah menyebabkan kemarahan rakyat Indonesia, terkhusus warga Provinsi Bengkulu. “Tegas Pitra.

Sebelumnya diberitakan kuasa Hukum Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAKH) datangi Bareskrim Mabes Polri di Jalan Truno Joyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

BACA JUGA:  Dugaan Pungli Rp. 500 Ribu - Rp. 3 Juta, Warnai Perekruitan KPM Rehab Rumah Di Nias Utara

Pitra juga didampingi Sekjen KAMAKH, Erra Maniara dan sejumlah pengurus KAMAKH lainnya guna mengadukan lembaga survei dan pegiat pemilu yang diduga menimbulkan kebingungan dan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

Sementara Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kepolisian masih belum bisa menindaklanjuti laporan terhadap enam lembaga survei yang diadukan oleh KAMAKH yang di duga telah memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam hitung cepat atau quick count di 17 April 2019 sampai beberapa hari lepas pencoblosan dua pekan lalu.

Seperti dikutip kopi Online Jakarta, pihak kepolisian berdalih tindak lanjut belum dilakukan karena pelapor tidak menyertakan bukti dalam laporan yang mereka buat.

“Belum ditindaklanjuti, enggak ada buktinya, cuma surat tertulis melaporkan, ”kata Dedi kepada media, Jumat (19/04/2019).

Dengan adanya tambahan satu bukti atas melesetnya hitung cepat (quick count) yang terjadi di Provinsi Bengkulu, KAMAKH menagih janji Bareskrim Mabes Polri untuk dengan cepat periksa sejumlah lembaga survei tersebut dan menahannya atas kebohongan publik.

BACA JUGA:  TKD Tertahan Sejak 2016, WS Laoli Akan Temui Gubernur DKI Anies Baswedan

Pitra juga menyebut beberapa lembaha survei yang dilaporkannya adalah LSI Denny JA, VOX POL, Indobarometer, Poltracking, SMRC, dan Charta Politika.

Lembaga survei Poltracking yang mengumpulkan sampel sebanyak 99,30 persen mengunggulkan Jokowi-Maruf di Bengkulu.

Dari Lembaga Survei Poltracking merilis paslon capres nomor 01 itu unggul dengan perolehan 58,78 persen suara. Sementara paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi kalah dengan perolehan 41,22 persen.

Untuk lembaga survei Indikator juga sama, dalam quick count lembaga survei Ini, Arief telah memenangkan duet Jokowi-Ma’ruf di Bengkulu dengan perolehan suara 52,61 persen. Adapun Prabowo-Sandi meraih 47,39 persen. Selisih perolehan suara kedua paslon menurut survei Indikator sebesar 5,22 persen.(Op/red)

Komentar