oleh

Tidak Mau Berdamai, Korban Tunjuk Kuasa Hukumnya Pada LBH Anak Negeri

Kabartoday, Bandar Lampung – Reja Sabrian (25) warga kelurahan kupang teba kecamatan teluk betung utara bandar lampung. Senin malam (05/4/2021) menyerahkan kepada kuasa hukumnya kepada LBH Anak Negeri Bandar Lampung.

Untuk menindak lanjuti, terkait laporannya atas penggelapan kendaraan roda dua miliknya pada Polsek Teluk Betung Utara (TBU). Diketahui proses hukum atas laporan nya dengan tanda bukti laporan nomor : TBL/B/254-B/IV/2021/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR TBU, sudah berjalan, perkembangan terakhir petugas pemeriksa sudah mengambil keterangan saksi.

Dengan menanda tangani surat kuasa antara pihak korban dan LBH Anak Negeri Bandar Lampung, maka semua upaya yang dilakukan diwakilikan kepada LBH Anak Negeri Bandar Lampung tersebut, “Kami akan mengawal Kasus ini hingga di adili di pengadilan ” ujar Safrudin, Ag Ketua DPC LEMBAKUM Anak Negeri  Bandar Lampung kepada awak media (5/4).  ucapnya

BACA JUGA:  Kepuasan Masyarakat Terhadap Polda Banten 86,4%

“Terlapor sudah masuk unsur pidana, sebab dengan cara menipu/berbohong, berniat menguasai, dengan menyandera kendaraan klien kami”.  jelas Holdin, SH

“Kami akan berkoordinasi dengan petugas Polsek TBU untuk menindak lanjuti kasus ini” . Tegasnya lagi

Ari selaku sekertaris LBH Anak Negeri Lampung juga menambahkan, “Hukum harus di tegakkan agar masyarakat mendapatkan Keadilan”. Pungkas Ari

Untuk diketahui dalam kronologi keterangan korban Bahwa “pada hari Jum’at (2/4/21) sekira jam 09.00 pagi, terlapor berinisial P (49) mendatangi rumahnya, dan meminjam motor milik Reja Sabrian merk Yamaha jenis Mio Sporty warna Putih dengan No.Pol. BE 3195 YT, “mau ke pasar sebentar”, kunci yg kebetulan di pegang oleh Yuwanda paman korban diberikan ke pada P.

BACA JUGA:  Naikan Bendera RMS, Polisi Amankan Satu Warga di Ambon

Namun hingga malam tidak di kembalikan, beberapa anggota keluarga secara bergantian mendatangi rumah P,  mulai jam 21.00, jam 22.00 dan terakhir jam 23.00 Wib, akhirnya bertemu P dan dengan enteng mengatakan “motor sudah saya gade, untuk bayar utang emak lu” tukas P

Korban berusaha menjelaskan “Itu kan bukan motor ibu saya, itu motor pemberian Bapak saya, kalau gak di pulangin, saya akan lapor polisi,  P menjawab SILAHKAN LAPOR, Gua gak takut”. jelasnya

Laporan langsung di sikapi oleh petugas, dengan menelpon pelaku, dan meminta untuk ke Polsek, pelaku datang dan mengakui, serta menunjukkan kendaraan yg di sembunyikannya dan di bawa petugas ke kantor Polsek sebagai barang bukti.

BACA JUGA:  Akun FB Baharudin Hamza Ngaku Kanit Reskrim, Catut No Hp Oranglain

Pelaku malam itu juga di ambil keterangan nya oleh petugas, namun belum melakukan penahanan. melalui wa petugas mengatakan akan,”Melengkapi mindik dan akan gelar perkara, ada tahapannya bang”, jelas petugas pemeriksa

Diketahui, Tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda dua merupakan kejahatan dan terhadap pelakunya dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP, yang menegaskan bahwa, Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.Pelaku dapat dijerat Pasal 378 KUH Pidana dan/atau pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun. []IJL

Komentar