oleh

Tifauzia Sebut PSBB Kebijakan Politik Ekonomi, Bukan Kebijakan Kesehatan

Kabartoday, Jakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu kebijakan politik dan ekonomi, bukan kebijakan kesehatan. Hal itu dikatakan dr. Tifauzia Tyassuma yang viral di sosial media FB tangal 23 Mei 2020, yang juga dilansir dari negrinews.

Tifa menyebut PSBB merupakan Kebijakan Politik dan Ekonomi, maka indikator untuk menilai berhasil dan tidaknya, jangan pakai indikator Kesehatan. Itu namanya Jaka Sembung. “Tulisnya.

Menurutnya, masalah tersebut muncul sebagai suatu kebijakan politik dan ekonomi, tetapi dimaksudkan untukĀ  mengatasi masalah kesehatan, kan semakin Jaka Sembung yak. “Singkat Tifa.

BACA JUGA:  Bamsoet: Generasi Milenial Indonesia Harus Mampu Ciptakan Platform Digital Technologi

Bahkan ia mempertanyakan kenapa Anda Jaka Sembung? Karena Anda mengira PSBB ditetapkan untuk mengatasi masalah kesehatan, maka Anda terlalu banyak berharap, alias PHP. Buktinya?

“Tidak usah pakai data Epidemiologi deh, simpan saja. Anggap saja sementara ngga ada. Pakai saja Data Jubir, nyambung ngga, antara pemberlakuan PSBB dengan terjadinya penurunan jumlah kasus? “Kritik Tifa.

BACA JUGA:  Aksi JAPD di KPU Simpulkan Pemilu 2019 Khianati Kedaulatan Rakyat

Ia menyinggung ketidaksingkronan dan tidak nyambungnya kebijakan kesehatan dengan adanya PSBB sebagai muatan kebijakan politik dan ekonomi menjadi kegagalan. “Karena memang ngga nyambung itulah, maka Pemerintahan pusat maupun Pemprov sudah gatal saja ingin menghapus PSBB. “Singgungnya.

Tambah Tifa, jika nanti selepas Lebaran, Pemerintah mencabut PSBB, jangan berpikir bahwa itu karena CORONA sudah selesai, dan Jangan GR.[]red

Komentar