oleh

Tiga Bocah di Ambon Tewas Terseret Gelombang Pantai

-Daerah-1.546 views

Kabartoday, Ambon – Tragedi memilukan terjadi di Pulau Ambon, tepatnya di Desa Suli Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah Selasa (28/05/2019) sekitar pukul 15.00 WIT. Tiga bocah warga RT 042 Dusun Waiyari Desa Suli tewas menggenaskan tenggelam di kawasan pantai setempat.

Ketiga korban masing-masing Michela Selempang (8) perempuan, Aditia Suitela (9) laki-laki dimana keduanya berstatus pelajar SD dan Priska Nanlohy (12) perempuan pelajar SMP.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Julkisno Kaisupy menjelaskan ketiga korban ini tewas terseret arus ke tengah laut saat mandi di pantai.

“Pertama-tama, mewakili Kapolres Ambon saya ucapkan turut berduka cita atas peristiwa ini. Tadi siang sekitar pukul 15.00 WIT, terjadi kecelakaan laut yang menelan korban tewas sebanyak tiga orang bocah di kawasan pantai Dusun Waiyari Desa Suli,” jelasnya Selasa (28/05) di Mapolres Ambon usai acara buka puasa bersama.

BACA JUGA:  Hari Jadi Kota Blitar Ke 113, Sejumlah Ruas Jalan Akses Masuk Kota Ditutup
Ipda Julkisno Kaisupy, Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease

Ia ungkapkan, sebenarnya ada empat bocah yang saat itu tenggelam terseret ombak ke tengah laut. Tetapi seorang bocah atas nama Nolen Alerbitu dapat diselamatkan oleh saudaranya. Sementara nyawa tiga bocah lain tidak berhasil diselamatkan.

Ia beberkan kronologis peristiwa tragis ini berawal sekitar pukul 14.00 WIT saat ketiga korban bersama ibu Adriana Nanlohy yang berdomisili di RT 042 pergi ke daerah pantai Waiyari untuk mencari siput pantai. Ketika tiba di pantai Wayari mereka bersama-sama mencari siput.

“Saat mencari siput, beberapa menit kemudian para korban meminta ijin dari ibu Adriana Nanlohy yang adalah orang tua dari korban (Priska Nanlohy) untuk mandi atau berenang di pantai. Permintaan anak-anak ini dikabulkan ibu Adriana,” bebernya.

BACA JUGA:  PWB Kabupaten Bekasi Berbagi Takzil

Saat para korban mandi di pantai, ibu Adriana meneruskan aktivitasnya mencari siput. Bahkan saat para korban mengalami kecelakaan dan berteriak beberapa kali minta tolong, ibu Adriana tidak mengetahui.

Setelah para korban terseret arus ke tengah laut, ibu Adriana kaget dan panik begitu mendengar teriakan minta tolong korban. Ia tak menyangka para korban sudah terseret jauh karena arus dan gulungan ombak yang cukup deras. Ia pun berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan dari beberapa warga lain yang saat itu juga sementara mencari siput di pantai.

Beberapa warga yang mendengar teriakan minta tolong bergegas ke TKP dan berupaya memberikan pertolongan. Namun dari empat bocah yang tenggelam, warga hanya mampu menyelamat seorang bocah Boleh Alerbitu. Sementara tiga korban lainnya saat dievakuasi dengan perahu dari tengah laut, kondisi ketiga korban sudah tidak bernyawa.

BACA JUGA:  Zakarias: Jika masyarakat Minta Saya Maju Jadi Bupati, Ya Siap Saja

Akhirnya, warga yang ada di TKP langsung membawa ketiga bocah naas ini ke rumah mereka masing-masing.

Terhadap peristiwa ini, Ipda Julkisno Kaisupy menghimbau kepada warga yang beraktivitas di kawasan pantai agar selalu dapat memperhatikan keluarga mereka terutama anak-anak yang masih kecil.

“Saat ini cuaca sangat tidak menentu dan pastinya kondisi pantai agak kurang bersahabat. Karena itu, para orang tua dan keluarga lain yang beraktivitas di pantai agar setiap saat dapat mengawasi anak-anak. Apalagi yang sedang mandi pantai. Pengawasan ekstra harus dilakukan agar nantinya tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Dusun Waiyari, Desa Suli,” pungkasnya. (MAL)

Komentar