oleh

Tim 16 Sayangkan Adanya Dugaan Pungli di SMAN 1 Kalianget Sumenep

Kabartoday, Sumenep, Madura,- ” Dugaan pungutan uang seragam sekolah dan kelengkapannya secara kolektif kepada peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kalianget, bergulir laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, dengan pelapor dari Team 16 Sumenep. Senin 03/08)2020.

Berdasarkan lampiran laporan Team 16 Sumenep (beberapa jurnalis Jatim) No. 005/LAP/VIII/TEAM-16/2020, dokumentasi hasil temuan, Survey dan Investigasi di lapangan, serta Narasumber yang didapat, bahwa ada dugaan beberapa kejanggalan yang didapat di lapangan sebagai berikut,

1. Munculnya surat edaran bersifat segera dengan nomor surat: 05/KOPSMAN1KA/2020,
2. Ringkas dengan total rincian Siswa Putra Rp. 850.000,- Siswa Putri Rp. 970.000,-
3. Kwitansi pembayaran dari beberapa murid siswa baru,
4. Dugaan pungutan dengan cara kolektif oleh koperasi sekolah melalui pembina, pembayaran sudah di bayarkan barang tidak, dugaan koperasi sebagai alat mendapatkan keuntungan.
5. Tidak ada standarisasi mutu kain maupun peralatan lainnya, namun wajib membayar, kuat dugaan harga barang lebih mahal, Mark up harga lebih murah dipasaran.
6. Tidak adanya koordinasi kepada orang tua/wali murid dari Komite Sekolah.
7. Diduga koprasi mencari keuntungan bukannya lebih murah, mengingat masa pandemi Covid-19.
8. Tidak sesuai PP No.17 tahun 2010 pasal 181 dan Permendikbud No. 45 tahun 2014 pasal 4.

BACA JUGA:  Poling Kita Tentukan Sikap Tolak atau Terima Jokowi Jadi Presiden

Team 16 Sumenep sebagai fungsi kontrol menyayangkan sikap sekolah atas kejadian ini, sebagai ketua Team 16 Moh. Fandari. SH, yang juga alumni dari SMAN 1 Kalianget selama ini telah melakukan upaya mediasi dengan SMAN 1 Kalianget namun tidak ada respon positif hingga melaporkan pihak terkait kepada Kejaksaan Negeri Sumenep, Hal ini dilakukan agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya, ” ujar Fandari.

BACA JUGA:  Akibat Main Mercon, Seorang Bocah di Tapung Alami Luka Bakar Serius

Moh. Fandari. SH delima karena merasa Ia sebagai alumni di SMAN 1 Kalianget dan juga sebagai Ketua Team 16 Sumenep, yang memiliki sikap dan tanggung jawab di dalam team untuk menyikapi suatu temuan team di lapangan mengatakan, “Saya adalah alumni SMAN 1 Kalianget dan Ketua team 16 Sumenep yang memiliki tanggung jawab dalam team, sudah berupaya penuh untuk menjembatani temuan teman persoalan teman team 16 di lapangan, tapi upaya itu tidak menemukan solusi, sehingga dengan urun rembuk mufakat team 16 persoalan ini di laporkan ke Kejaksaan negeri Sumenep”. Tegas Fandari selaku ketua dari Tim 16.

BACA JUGA:  Mr Kan: Kecurangan Dianggap Hal Biasa, Ketua KPU Merusak Asas Rule Of Law

Fandari juga menyampaikan bahwa saat di masa dirinya menjadi peserta didik di SMAN 1 Kalianget tidak pernah ada persoalan seperti ini, meskipun sedikit ada persoalan pasti segera diselesaikan, ” pungkasnya.

Saya bersama team 16 berharap kedepannya lembaga pendidikan itu lebih memberikan pendidikan yg lebih baik dalam segala hal. Saya pribadi adalah prodak dari lembaga pendidikan” tutup Fandari. (Red)

Komentar