oleh

Tingkatkan Minat Baca, SMAN 2 Taniwel Gelar Literasi Peserta Didik

Kabartoday, PIRU – SMA Negeri 2 Taniwel yang terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku merupakan salah satu sekolah yang berada di kawasan pinggiran.

Dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana, sekolah yang masih berakreditas C ini terkadang kesulitan untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang terletak di wilayah ibukota baik Kabupaten, Provinsi, maupun yang ada di daerah pulau Jawa.

Salah satu hal yang membuat kurangnya daya saing sekolah adalah rendahnya minat baca di kalangan siswa atau peserta didik di SMAN 2 Taniwel ini. Apalagi ditambah dengan minimnya koleksi buku di perpustakaan sekolah sehingga terkadang peserta didik kurang tertarik untuk membaca buku.

Menyadari kondisi ini, perlahan pihak sekolah mulai membuat terobosan untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Salah satu cara adalah dengan menggelar kegiatan literasi bagi para peserta didik.

Para siswa SMAN 2 Taniwel sedang mengikuti kegiatan literasi di luar kelas.

Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis.

Kegiatan literasi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia ini melibatkan seluruh peserta didik dari kelas X hingga kelas XII dilaksanakan Senin (26/8) pagi usai pelaksanaan upacara bendera.

Seluruh peserta didik dengan membawa masing-masing satu buku tampak
duduk lesehan ditengah lapangan sekolah. Para peserta ini dikoordinir oleh guru Bahasa Indonesia Yakop Langobeleng,S.Pd dibantu beberapa guru lainnya untuk memantau proses literasi ini.

BACA JUGA:  Polisi Kejar Lima Oknum Habib Terduga Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Para peserta didik diberikan waktu 15 menit membaca buku yang dibawa. Setelah membaca buku, para peserta didik diminta untuk menyampaikan presentasi di depan para peserta didik lain berupa resume dari buku yang dibaca peserta didik.

Karena keterbatasan waktu, hanya dua peserta didik yang berkesempatan menyampaikan presentasi. Untuk itu, Langobeleng menginstruksikan kepada para peserta didik untuk menyiapkan resume buku dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan.

Kepada media ini, Langobeleng ungkapkan kegiatan hari ini (Senin-red) merupakan kegiatan kedua untuk program literasi sekolah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Yakop Langobeleng,S.Pd, guru bahasa Indonesia SMAN 2 Taniwel yang juga sebagai guru mitra. (Foto : Imanuel Alinan) 

“Literasi untuk kegiatan yang kedua. Yang kita programkan selalu guru mitra, dimana tujuan literasi ini untuk meningkatkan minat baca peserta didik,” jelasnya Senin (26/8) di SMAN 2 Taniwel.

Dikatakan, dari hasil evaluasi para guru bahwa minat baca siswa ini sangat berkurang sangat rendah. Tentunya ini sangat berpengaruh pada kecerdasan dan mutu pads lembaga pendidikan SMA Negeri 2 Taniwel ini lebih khusus peserta didik.

“Dengan kondisi seperti ini kita berpikiran positif melakukan kegiatan literasi ini dengan harapan peserta didik dapat meningkatkan minat baca mereka. Sehingga diharapkan peserta didik mampu dan dapat mengetahui hal apa saja yang merupakan tanggung jawab atau merupakan masukan berharga untuk para peserta didik untuk selanjutnya maju bersaing dengan sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tiga Bocah di Ambon Tewas Terseret Gelombang Pantai

Langobeleng yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum ini ungkapkan kegiatan literasi ini tidak saja terjadi di luar kelas tetapi ada juga literasi terjadi di dalam kelas per setiap mata pelajaran.

“Karena sistem kurikulum kita gunakan Kurikulum 2013 sudah ada perubahan sedikit dengan kurikulum abad XXI,” tandasnya.

Ia akui kondisi keterbatasan buku merupakan salah satu penyebab rendahnya minat baca siswa di sekolah. Walaupun saat ini secara sistem pihak sekolah sudah membelanjakan berbagai buku yang menjadi pegangan siswa maupun pegangan guru.

“Tetapi yang diharapkan siswa tadi itu berupa buku referensi penunjang untuk masing-masing pelajaran. Seperti bahasa Indonesia sangat membutuhkan kumpulan-kumpulan novel, kumpulan cerpen, hikayat, puisi dan lain-lain,” beberapa Langobeleng.

Terkait kegiatan literasi ini, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Taniwel Ny. M Latue,S.Pd ungkapkan merupakan aplikasi dari hasil pelatihan yang diikuti pihak sekolah lewat program sekolah Mitra yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta dari tanggal 1 Agustus sampai 10 Agustus 2019 lalu.

Kepala Sekolah SMAN 2 Taniwel Ny. M Latue,S.Pd yang juga sebagai kepala sekolah mitra. (Foto : Imanuel Alinan)

“Saat mengikuti kegiatan itu di Jakarta, memang ada hal-hal baru di sekolah-sekolah yang ada di Jakarta yang menjadi sekolah inti yang harus kita adopsi dari mereka ke sekolah kita sebagai sekolah mitra. Seperti kegiatan literasi bahasa Indonesia juga merupakan program bersama Kepala Sekolah mitra dan guru mitra,” terang Latue.

BACA JUGA:  Tiga Pelaku Curanmor Digulung Tim Reskrim Polsek Muncar

Dijelaskan, saat mengikuti pelatihan tersebut banyak hal positif yang didapatkan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Sehingga saat para peserta pelatihan kembali ke daerah, program ini disatukan dan muncul program literasi ini dan dilaksanakan di sekolah.

“Karena memang baik untuk siswa. Dan mungkin salah satu cara yaitu melakukan literasi di luar kelas. Mereka duduk di halaman sekolah sambil membaca, kemudian dari hasil yang mereka baca itu mereka presentasi,” urainya.

Dikatakan, untuk literasi ini tidak harus ansih buku dari perpustakaan tetapi para peserta didik juga punya buku-buku referensi di rumah yang mereka harus punya.

Kegiatan literasi ini menurut penilaian Putri Rumaherang, siswi kelas XI MIA1 (Matematika dan Ilmu Alam) merupakan kegiatan sangat bagus dan positif untuk memacu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan untuk membaca dan kemudian mempresentasi.

Putri Rumaherang, Siswi Kelas XI MIA 1 SMAN 2 Taniwel. 

“Disitu dapat menjadi acuan bagi kita para siswa untuk lebih giat lagi membaca karena dengan membaca membuat kita menjadi tahu, kita akan banyak pengetahuan,” kata Putri

Ia berharap kegiatan literasi ini jangan hanya sebatas hari ini saja tetapi dapat berjalan terus menerus. Karena lewat proses literasi ini peserta didik dapat bagaimana belajar sehingga dari yang tidak tahu menjadi tahu.

“Pasti masih banyak diantara kita para peserta didik yang kurang dalam membaca, sehingga dengan kegiatan ini dapat belajar dan lebih giat untuk membaca,” pungkasnya. (MAL)

Komentar