oleh

TKD Tertahan Sejak 2016, WS Laoli Akan Temui Gubernur DKI Anies Baswedan

Kabartoday, Jakarta – Polemik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari isntansi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Waosokhi Laoli menjadi bola panas bagi sejumlah pejabat Dishub, pasalnya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Laoli sejak bulan Agustus 2016 sampai bulan April 2019 belum dibayarkan, atau kisaran Rp. 300 jutaan.

Pengakuan tersebut langsung disampaikan Laoli di kantor Dishub kepulauan seribu, Jakarta Utara, Sabtu (18/5/2019).

“Awalnya saya di mutasi dari Unit Pengelolaan Perpakiran DKI Jakarta ke Dinas perhubungan kepulauan seribu tahun 2015 dengan selembaran SK Global fotocopy, kemudian muncul SK fotocopy lagi dari BKD Pemprov DKI ke Dinas Pemakaman di bulan Mei tahun 2016, namun SK fotocopy tersebut baru diserahkan ke saya di bulan Juni tahun 2016. “Kata Laoli.

Sebelumnya Laoli mengaku sempat terjadi insiden pengeroyokan atas dirinya oleh sejumlah oknum Dishub tahun 2015. Pengeroyokan tersebut dilakukan di UP perpakiran tanggal 7 September 2015, dan pengeroyokan tersebut berlanjut tanggal 13 Novemper 2015 di Kali Item perpakiran ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  Gas Pol, Menangkan Prabowo-Sandi, Kata AHY

“Oknum pengeroyokan itu sudah diketahui, yakni Mantan Kasatpel UP perpakiran, Afandi Nofrizal, mantan manager penertiban UP Perpakiran Dishub, JP. Buwono. anggota penertiban lintas jaya, Cipto, dan sejumlah kawan-kawan lainnya yang mengeroyok saya saat itu.” jelas Laoli.

Permasalahan pengeroyokan itu menurut Loali belum selesai, karena pihak Polres Jakarta Pusat seperti menggantung proses kasus tersebut.

Munculnya penghapusan absensi atas nama WS Laoli bulan Agustus 2016 diyakini atas instruksi Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Andri Yansyah kepada Kasudin Kepulauan Seribu, Robert Edward.

Meski demikian, Laoli tetap menuntut Haknya, karena ia tetap masuk kerja sesuai aturan dan tidak pernah absen, hal itu diperkuat oleh para rekan kerjanya, yakni Eka Kurniawan, Kasubag Kepegawaian Sudin perhubungan Kepulauan Seribu, Rodiat Sinaga, Kasudin Kepulauan Seribu, Robert Edward, dan sejumlah rekan kerja lainnya yang ada di Sudin kepulauan seribu Jakarta Utara.

“Mereka itu tau, saya tidak pernah absen dan selalu disiplin waktu kerja meski absensi saya dihapus, karena saat itu pada jamannya Gubernur Ahok saya melakukan gugutan, bahkan Ahok mengatakan kepada saya, ‘kalau mereka terbukti menganiaya kamu, maka mereka saya pecat… Dan itu sudah terbukti  tetapi Ahok tidak memecatnya, malahan TKD saya tidak dikeluarkan sampai sekarang. “Beber Laoli.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Ke 106 Percepat Pengerjaan Jalan Desa Sampai Malam Hari

Dijelaskan Loali, dirinya juga sempat mengirimkan surat ke Gubernur DKI Jakarta di era Anies Baswedan. Kata Laoli bukti tanda terimanya ada, saat itu yang menerima Jon, tanggal 22 Januari 2018, dan surat kedua melalui Habib Mahdar Al Habisyi pada tanggal 30 Mei 2018 degan penerima yang sama.

“Surat masuk ke Pemprov DKI dua kali saya layangkan, dan itu terkait masalah TKD saya. “Ulas Laoli.

Hingga akhirnya Laoli mendapatkan SK dari BKD DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari tahun 2019, dimana dirinya kembali dipindahkan dari Dinas Kehutanan ke Dinas Perhubungan yang ditandatangani oleh kepala BKD DKI Provinsi Jakarta, Chaidir. Padahal diakui Laoli, bahwa dirinya bukan staf dinas kehutanan yang SAH. karena tidak ada SK Asli, dan yang diterimanya hanya SK Fotocopy.

BACA JUGA:  Polsek KPYS Bersama Warga Bersihkan Pantai Teluk Ambon

Kemudian lanjut Laoli, SK penempatan staf kepegawaian sesuai dengan SK Nomor 74 Tahun 2019, yang ditandatangani oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Setiawan dikatakan sesuai Prosedur.

“Betul, saya mendapatkan SK penempatan di staf kepegawaian tanggal 28 Maret 2019, dan itu saya akui sesuai prosedur. “Ujarnya.

Anehnya beber Laoli, setelah SK nya turun, TKD nya pun ditutup sampai 28 Maret 2019, padahal ia mengakui tidak pernah bolos kerja.

Dengan perisitiwa itu, Laoli merasa terdzholimi atas HAK-HAK nya, dan ia akan datangi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk meminta penjelasan terkait masalah tersebut.

“Senin nanti, tanggal 20 Mei 2019 saya akan datangi pak Anies dan meminta penjelasannya terkait TKD saya yang tidak dikeluarkan dari bulan Agustus 2016 sampai April 2019. “Tegas Laoli.

Laoli juga menduga ada oknum nakal dari para petinggi Dishub DKI maupun UP Perpakiran atas kejadian yang menimpa dirinya.(Op/red)

Komentar