oleh

TNI-Polri di Maluku Bentrok, Kabidhumas Polda Maluku : Murni Salah Paham

-Daerah-118 views

Kabartoday, AMBON – Slogan daerah Maluku sebagai laboratorium sinergitas TNI/Polri terkoyak. Dua institusi yang menjadi garda utama Pertahanan dan Keamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlibat bentrokan di Kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku. Gesekan terjadi antara Yonif 734/SNS dengan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Maluku. Peristiwa ini terjadi Jumat (20/12) sekitar pukul 19.00 WIT di perempatan kawasan perbelanjaan Satos, Kota Saumlaki.

Peristiwa ini sangat mencoreng wajah Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku sebagai induk satuan. Apalagi terjadi disaat suasana jelang hari raya Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020.

Pertikaian ini sempat membuat suasana Kota Saumlaki mencekam satu malam. Pasalnya bentrok ini melibatkan personil TNI AD dan aparat kepolisian yang oleh negara diberi kewenangan memiliki senjata perang. Warga khawatir, bentrok lebih besar menyusul karena jiwa korsa yang kuat dari masing-masing kesatuan. Warga juga khawatir bentrokan ini akan berimbas pada terganggunya Kamtibmas jelang perayaan hari religi bagi umat nasrani di wilayah Tanimbar dan Maluku pada umumnya.

Informasi yang dihimpun media ini, bentrokan berawal saat Jumat (20/12) malam, personil Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob sedang melaksakanan kegiatan rutin yang ditingkatkan seperti Patroli, pengaturan lalu lintas dan penjagaan di perempatan perbelanjaan Satos Kota Saumlaki. Saat itu petugas menemukan seorang pengendara motor melawan arus. Pengendara motor ini juga saat itu tidak menggunakan helm. Pengendara motor kemudian ditegur oleh salah satu personil patroli yaitu Bharatu Marselinus Laikier. Namun pengendara motor yang diduga anggota Yonif 734/SNS Prada Palisoa yang saat itu berpakaian preman tidak terima ditegur oleh personil Brimob. Akibatnya terjadi pertengkaran mulut antara Bharatu Marselinus Laikier dan Prada Palisoa. Karena pertengkaran mulut terus berlanjut, Bharatus Marselinus tidak dapat menahan emosinya dan kemudian menggampar Prada Palisoa. Tidak terima ditampar, Palisoa melawan dan pertengkaran makin besar.

BACA JUGA:  Polsek Pondok Gede Gelar Cipkon Memberikan Rasa Aman untuk Masyarakat

Bersamaan saat itu ada beberapa personil Kipan 734/SNS di sekitar TKP yang mengantar ibu-ibu persit berbelanja di Satos. Mereka melihat pertengkaran itu dan saat mengetahui rekannya mendapat tindak kekerasan dari anggota Brimob, para personil TNI AD ini tidak terima. Terjadilah perkelahian masal antara beberapa anggota TNI melawan beberapa anggota Brimob di TKP. Saat perkelahian berlangsung, terdengar tembakan senjata oleh Bharatu Marselinus Laikier. Rupanya ia melepas tembakan peringatan dengan peluru hampa karena melihat ada ada seorang anggota TNI AD mencabut sangkur. Beberapa waktu kemudian perkelahian dua institusi keamanan ini di TKP depan Satos dapat dilerai. Tiba di TKP sejumlah personil Polres MTB, personil Kodim 1507/Saumlaki serta POM untuk melerai pertikaian itu.

BACA JUGA:  Pastikan Arus Balik, Kasatgas Banops Polda Banten Tinjau Pos Check Point Merak

Namun ternyata perkelahian ini tidak berakhir disitu saja. Sekitar pukul 20.25 WIT sekitar 40 personil Yonif 734/SNS datang ke TKP. Selain menggunakan kendaraan roda dua, tak tanggung-tanggung para prajurit yang terkenal dengan semboyan Satria Nusa Samudra ini datang menggunakan kendaraan truk roda enam. Saat tiba di TKP, personil 734/SNS ini mengamuk membabi buta. Mereka melakukan pemukulan kepada beberapa personil Polres MTB yang saat itu sedang mengamankan TKP bentrok awal. Walau ada sebagian personil militer yang menganiaya anggota polisi, namun beberapa rekan TNI mereka melarang untuk tidak melakukan kekerasan. Mereka bahkan membantu mengamankan beberapa anggota polisi dari amukan rekan mereka. Sekitar pukul 21.00 WIT, anggota Yonif 734/SNS diperintahkan kembali ke markas mereka. Namun dalam perjalanan kembali, mereka melakukan pelemparan ke perumahan Asrama Polres MTB.

Terkait bentrokan ini, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat tak menampik. Ia membenarkan ada peristiwa gesekan antar personil di Saumlaki. Menyangkut pemicu bentrok, ia enggan merinci. Ia tegaskan bentrok ini terjadi karena adanya salah paham serta ketersinggungan anggota di lapangan.

“Terjadinya peristiwa ini murni karena kesalahpahaman personil di lapangan. Situasi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat juga telah berjalan normal. Langkah-langkah antisipasi, koordinasi serta solusi penyelesaian telah diambil oleh pimpinan dua institusi ini didaerah baik bapak Kapolda dan Pangdam. Salah satunya ya dua orang jenderal ini akan terbang ke Saumlaki siang ini juga untuk mendinginkan suasana,” ujar Ohoirat.

BACA JUGA:  Hari Bakti Dokter Indonesia Ke 111, IDI Rogojampi Gelar Pengobatan Gratis

Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat, Kabid Humas Polda Maluku.

Akibat bentrok ini, Ohoirat yang pernah menjabat Kapolres Aru dan Kapolres Maluku Tenggara ini katakan kerugian di pihak Polri ada empat anggota yang mengalami luka lecet. Sementara kerusakan material yaitu empat unit rumah di asrama Polres MTB mengalami pecah kaca bagian depan, satu klinik kesehatan Polres MTB mengalami pecah kaca bagian depan, satu unit mobil dinas pecah kaca bagian belakang dan satu unit motor dinas mengalami rusak ringan karena pecah spakbor belakang serta pecah lampu sign bagian belakang.

Langkah awal yang ditempuh pasca bentrok semalam yaitu tindakan koordinasi antara Kapolres MTB, Komandan Subden POM Saumlaki, Kasdim 1507/Saumlaki, Danki Yonif 734/SNS, Danki Brimob Kompi 3 Batalyon C dengan melakukan pembubaran personil dari lapangan serta konsinyer pasukan dimana semua personil masuk markas. Tidak ada yang keluar dari markas masing-masing. (Manuel)

Komentar